<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Ilmu &#38; Kebenaran</title>
	<atom:link href="http://tamadun.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tamadun.wordpress.com</link>
	<description>BANGKIT DENGAN ILMU</description>
	<lastBuildDate>Sun, 01 Jan 2012 23:27:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='tamadun.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Ilmu &#38; Kebenaran</title>
		<link>http://tamadun.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://tamadun.wordpress.com/osd.xml" title="Ilmu &#38; Kebenaran" />
	<atom:link rel='hub' href='http://tamadun.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Indonesia Memerlukan Firasat Orang-orang Terbaik</title>
		<link>http://tamadun.wordpress.com/2012/01/01/indonesia-memerlukan-firasat-orang-orang-terbaik/</link>
		<comments>http://tamadun.wordpress.com/2012/01/01/indonesia-memerlukan-firasat-orang-orang-terbaik/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Jan 2012 00:02:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Imam Royo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tamadun.wordpress.com/?p=242</guid>
		<description><![CDATA[Membangun sebuah bangsa dan negara seperti Indonesia (yang karut marut, centang perenang), tidak cukup hanya berbekal skill dan keberanian semata. &#8230;<p><a href="http://tamadun.wordpress.com/2012/01/01/indonesia-memerlukan-firasat-orang-orang-terbaik/">Continue reading &#187;</a></p><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tamadun.wordpress.com&amp;blog=3428128&amp;post=242&amp;subd=tamadun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Membangun sebuah bangsa dan negara seperti Indonesia (yang karut marut, centang perenang), tidak cukup hanya berbekal skill dan keberanian semata. Tetapi juga membutuhkan kecerdasan firasat. Sebuah kecerdasan yang mengintegrasikan kemampuan analisa data empiris, kebeningan hati, serta kecerdasan spiritual.<span id="more-242"></span></p>
<p>Kecerdasan semacam itulah yang diperlukan bangsa ini, terkhusus ketika harus berhadapan dengan (koruptor) tipe manusia yang secara sengaja memiliki tradisi tidak jujur, egois serta cerdik merekayasa fakta.</p>
<p><strong>Arti Firasat</strong></p>
<p>Firasat berasal dari bahasa arab, <em>farasa-farsan-firasatan</em> yang artinya memburu, menerkam, atau menangkap. Adapun berfirasat artinya mengetahui keadaan batin dengan melihat lahirnya. (Kamus al-Munawwir Arab-Indonesia, 2002, hlm. 1044).</p>
<p>Jadi firasat bukan ramalan. Firasat memerlukan data, metode pengolahan data, sekaligus kebersihan hati. Kalimat ‘melihat lahirnya’ dalam definisi di atas lebih pada mengetahui secara pasti hal-ihwal sesuatu yang nampak yang merupakan representasi akan sebuah maksud atau tujuan.</p>
<p>Dengan kemampuan seperti itu, maka sekalipun pendusta berkilah dengan kepandaian silat lidahnya, ataupun berakting dengan merengek seolah-olah dirinya tak bersalah, keadilan dan kebenaran tetap dapat diketahui secara pasti walaupun tanpa bukti. Kemampuan berfirasat seperti itu sangat penting dimiliki oleh pemimpin dan pemutus perkara hukum (hakim).</p>
<p>Oleh karena itu, seorang pemimpin atau penegak hukum harus jeli, teliti, cermat, dalam melihat duduk persoalan yang tengah terjadi. Jika tidak, maka sungguh ia bisa dianggap telah membungkam nilai-nilai keadilan dan kebenaran melalui cara yang luar biasa buruk. Bahkan bisa dianggap sebagai penegak kebatilan yang pasti akan berdampak sangat serius serta sangat serius akibatnya. (Ibn Qayyim Al-Jauziyyah, Keajaiban Firasat, Terj. Ibn Ibrahim Ba’adillah, 2011, hlm. 3).</p>
<p><strong>Sulaiman dan Dua Wanita</strong></p>
<p>Dalam salah satu buah karyanya yang berjudul ‘al-Firasah’, Ibn Qayyim al-Jauziyyah memaparkan kisah tentang dua wanita yang menemui Nabi Sulaiman. Dua wanita itu sama-sama mendakwakan seoarang anak yang masih balita sebagai miliknya.</p>
<p>Sebelum menemui Nabi Sulaiman dua wanita itu menemui Nabi Daud. Nabi Daud memutuskan bahwa balita itu adalah milik wanita yang lebih tua. Namun dengan kekuatan firasatnya, Nabi Sulaiman mengatakan, “Beri aku pisau guna membelah anak ini untuk dibagikan kepada kalian berdua.”</p>
<p>Lalu wanita yang lebih tua mengizinkan Nabi Sulaiman melakukan pembelahan terhadap si balita. Wanita yang muda berkata, “Jangan lakukan itu! Semoga Allah merahmatimu, sesungguhnya anak ini miliknya (wanita yang tua). Melihat dua respon yang sangat berbeda itu, Nabi Sulaiman pun memutuskan bahwa pemilik dari balita itu adalah wanita yang muda.</p>
<p>Sebab tidak mungkin seorang ibu yang baik akan mengizinkan balitanya dibelah. Seorang ibu yang baik rela mengorbankan apapun demi keselamatan anaknya. Lebih-lebih ketika wanita muda itu mengatakan, sesungguhnya anak itu miliknya (wanita tua), sungguh wanita muda itulah yang benar dan berhak penuh atas balita yang dipersengketakan itu.</p>
<p>Perkara di atas (pada zamannya) adalah perkara serius dan tentu cukup sulit ditemukan bukti otentiknya. Namun demikian dengan kekuatan firasat, ketiadaan bukti sama sekali tidak menghalangi penegakan keadilan dan kebenaran.</p>
<p><strong>Keampuhan Firasat Ibn Khaldun</strong></p>
<p>Ibn Khaldun merupakan ilmuwan yang memiliki firasat yang kuat dan akurat. Prediksi dan teori tentang perjalanan bangsa mulai dari fase embrio hingga kehancurannya, hampir bisa dibuktikan tidak meleset. Dikatakan memiliki firasat, karena teori yang digagasnya mampu menembus kehidupan zamannya hingga saat ini.</p>
<p>Dengan kekuatan firasatnya Ibn Khaldun mampu memaparkan secara detail perihal fase kehidupan sebuah bangsa, negara atau dalam zaman itu disebutnya sebagai kerajaan. Pada pasal 17 dalam karya agungnya, Mukaddimah, Ibn Khaldun menyatakan secara tegas bahwa perbedaan kondisi dan gaya hidup penguasa dipengaruhi oleh perbedaan fase (Ibn Khaldun, Mukaddimah, 2010, hlm 301).</p>
<p>Buku yang lahir beberaba abad itu terbukti hari ini. Betapa sebuah bangsa atau negara betul-betul tumbuh berkembang hampir sama persis dengan kriteria yang ditetapkannya. Pertama, menurut Ibn Khaldun ialah fase pemantapan kekuasaan, yang ditandai dengan penggulingan dan penguasaan terhadap para pebela dan pendukungnya, serta merebut kekuasaan dari tangan penguasa sebelumnya.</p>
<p>Fase kedua, hadirlah pemerintahan yang otoriter dan sewenang-wenang terhadap kaumnya. Mengekang kaumnya rakyatnya sendiri, mengebiri, membungkam dan membatasi peran mereka dalam urusan pemerintahan.</p>
<p>Fase ketiga, fase stabilitas dan ketenangan. Dalam fase ini oang berlomba mengumpulkan kekayaan, melanggengkan pengaruh, dan melebarkan popularitas. Biasanya fase ini ditandai dengan pembangunan bangunan monumental, pabrik-pabrik yang besar, dan perkotaan yang luas, gedung-gedung pencakar langit, menyematkan hadiah kepada para delegasi dan diplomasi dari berbagai bangsa, serta memberi tunjangan bagi rakyatnya.</p>
<p>Fase tersebut adalah fase dimana setiap orang bebas berpendapat dan menentukan pilihan untuk membangun kejayaan dan kebesaran mereka, seraya menjelaskan program kerja kepada generasi sesudahnya.</p>
<p>Fase keempat, fase kepuasan dan mudah menyerah atau pasrah. Fase keenam ialah fase pemborosan dan hidup berlebih-lebihan. Dalam fase ini rezim yang berkuasa cenerung akan menghancurkan bangsanya sendiri dengan memperturutkan hawa nafsu dan kesenangan dunia, mudah menghambur-hamburkan kekayaan negara untuk kebutuhan perutnya dan pesta-pesta.</p>
<p>Mengambil orang yang tidak kredibel dan kompeten sebagai pelaksana tugas negara. Bahkan mereka tidak mengerti apa yang harus dikerjakan dan ditinggalkan.  Ironinya rezim ini tidak sungkan-sungkan ‘melempar’ para pemimpin  dan politisi yang didukung bangsanya dan orang-orang yang menjadi bagian dari pemerintahan masa lalu.</p>
<p>Apabila fase keenam ini mewujud dalam sebuah negara, maka rakyat pun akan marah dan terjadilah ‘kerusuhan’ hebat (revolusi) seperti yang belum lama ini marak terjadi di kawasan timur tengah.</p>
<p>Pertanyaannya kemudian, mengapa gagasan atau ide Ibn Khaldun yang dituangkan dalam kitab Mukaddimah itu hampir persis dengan hampir seluruh perjalanan bangsa dan negara di abad modern ini? Padahal dia adalah orang yang hidup di abad dimana berbagai perkembangan yang diprediksinya itu belum terjadi dan mungkin tidak terpikirkan oleh mayoritas manusia.</p>
<p>Jika merujuk pada firman Allah maka sungguh apa yang dilakukan Ibn Khaldun itu adalah wajar dan benar. Bahwa orang yang beriman yang memiliki ketertarikan memperhatikan tanda-tanda kekuasaan Allah, dia akan sampai pada satu pemahaman, kesimpulan, dan pemikiran yang benar.</p>
<p><strong>Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang memperhatikan tanda-tanda. </strong>(QS. 15: 75).</p>
<p><strong>Firasat Baik Mustahil Bagi Para Pendusta</strong></p>
<p>Nampaknya, hampir semua rakyat Indonesia dibuat bingung oleh perilaku dan tutur kata para pemangku jabatan. Baik yang di eksekutif lebih-lebih yang di Senayan. Sampai-sampai sebagian besar sudah tak peduli lagi dan meyakini bahwa zaman sekarang adalah era dimana berkata dusta dan sembarangan merupakan kewajaran.</p>
<p>Era ini adalah era dimana kebenaran dipenjara dan kebohongan, kebobrokan, dan kejahatan dipuja dan dilindungi. Nurani sejatinya menolak, namun nafsu melalui caranya berhasil memalingkan akal sehat manusia. Kalkulasi keuntungan materi telah menghilangkan kesucian hati.</p>
<p>Padahal, setiap jiwa dapat dipastikan mencintai kebaikan dan kejujuran. Sayyid Mujtaba Musawwi dalam bukunya <em>The Inspiring Qur’an to Change Crisis be Succes</em>, menuliskan bahwa, manusia secara hakiki memiliki kecenderungan menuju keimanan dan menghindarkan diri dari dosa dan ketidakpatuhan. Allat telah menciptakan satu ketertarikan natural pada setiap jiwa, untuk mencintai nilai-nilai kebajikan dan rasa kebencian pada keburukan, dosa dan ketidaksenonohan, sehingga manusia benar-benar mampu menjadi khalifah di muka bumi. (2009, hlm 24).</p>
<p>Namun ketika manusia telah menjadikan korupsi sebagai sesuatu yang harus dilindungi, disitulah bangsa dan negara ini mengalami krisis luar biasa dahsyatnya. Kerusakan moral telah menjadikan nilai baik jadi buruk dan nilai buruk jadi jahat. Dalam bahasa seorang da’i, tuntunan jadi tontonan dan tontonan jadi tuntunan.</p>
<p>Seperti kita pahami saat ini, sebagian kelompok manusia lebih memilih lari dari tanggung jawab dan menghindar untuk mengakui kesalahannya, bahkan di antara mereka sudah kehilangan cahaya, sampai-sampai berani membeli tanggung jawab dengan materi (suap). Siang dan malam waktunya dihabiskan untuk menemukan pembenaran guna mendukung dirinya sendiri dan berusaha mendekati persoalan dengan penilaian sepihak. (Sayyid Mujtaba Musawwi, hlm. 77).</p>
<p>Lebih lanjut Sayyid Mujtaba Musawwi menjelaskan;</p>
<p>“Pada dasarnya semua orang memiliki satu rasa bersalah atas pengabaian beban tanggung jawab atau pemaksaan moral dan norma-norma sosial. Namun demikian, pengulanang kesalah dan ‘penyerangan’, dengan mengurangi perasaan dari karakter negatif dan jahat pada tindakan-tindakan tersebut membuat seseorang terbiasa dengannya. Kemudian, pada semu level kritis yang menyertai, respons psikis menghadapi ‘penyerangan’ (keburukan) secara tak disadari kehilangan kepekaannya dan akibatnya orang menjadi memiliki perasaan kebal terhadap kegelisahan dan siksaan batin”. (2009, hlm. 78).</p>
<p>Dalam situasi seperti itu, siapapun orangnya pasti akan kehilangan akal sehat. Bahkan tidak ada sesuatu pun yang dapat membuat mereka berpikir kembali secara lebih baik, sehingga mampu membedakan yang baik dan buruk, bahkan mereka menjadi lebih hina dari binatang ternak.</p>
<p><strong><em>Dan Sesungguhnya kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. mereka Itulah orang-orang yang lalai.</em></strong>(QS. 7: 179).</p>
<p>Jadi, tipis harapan kita bisa berharap negeri ini akan baik apalagi maju dan sejahtera, manakala mayoritas pejabat yang memangku amanah tidak berhati bersih dan bekerja benar, serta bertindak dengan landasan iman. Ibn Khaldun menjelaskan bahwa masyarakat yang jauh dari syariat agama adalah masyarakat yang sedang menuju kehancuran atau kepunahannya. (Ibn Khaldun, Muqaddimah, hlm 305).</p>
<p><strong>Orang Terbaik, Siapakah Mereka?</strong></p>
<p>Siapakah orang terbaik di negeri ini? Pasti akan banyak kriteria dan pendapat untuk menentukannya. Masing-masing punya alasan kuat atas kriteria masing-masing. Namun sebagai seorang Muslim tentu kita tidak akan pernah berselisih dalam hal ini, bahwa yang dikatakan manusia terbaik ialah manusia yang paling bertaqwa kepada Allah SWT.</p>
<p><strong><em>“Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian adalah yang paling bertaqwa”</em></strong> (QS. 49: 13).</p>
<p>Jadi orang terbaik di negeri ini adalah orang yang paling bertaqwa. Yaitu orang yang paling peduli terhadap nasib umat manusia dan paling siap berkorban untuk mereka. Dalam kondisi apapun prioritas dalam hidupnya adalah keamanan dan kesejahteraan seluruh rakyatnya. Yang tidak reaktif apalagi represif terhadap orang yang tidak sependapat dengan dirinya. Serta suka memberi kemudahan bagi rakyatnya untuk <em>survive.</em> (QS. 3: 133-134).</p>
<p>Rasulullah saw dalam sebuah hadisnya mengatakan bahwa, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bisa memberi manfaat bagi manusia yang lain.” Kemudian, “Orang terbaik di antara kalian adalah yang mempelajari al-Qur’an (lalu mengamalkan) dan mengajarkannya.”</p>
<p>Artinya jika ada orang yang siap menderita dalam memperjuangkan nasib kaum papa (martir) dengan mengikuti jejak rasulullah saw, maka saksikanlah, itulah orang yang terbaik. Jadi firasat yang dijamin kebenarannya adalah firasat orang yang pikiran, ucapan dan tindakannya bersumber dari al-Qur’an dan sesuai dengan sunnah nabinya.</p>
<p>Sekiranya presiden bertindak atau mengambil orang kepercayaan orang bertaqwa, niscaya firasat mereka cukup mencegah negeri ini dilanda beragam bencana dan kerusakan. Orang bijak mengatakan, firasat orang berilmu jauh lebih baik daripada keyakinan orang jahil (bodoh akan iman).</p>
<p>Oleh karena itu, benarlah sabda nabi yang memperingatkan kita untuk waspada terhadap firasat orang beriman. “Hendaklah kalian takut terhadap firasat orang-orang yang beriman. Karena sesungguhnya mereka melihat dengan cahaya dari Allah SWT”. (HR. Turmudzi).</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tamadun.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tamadun.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tamadun.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tamadun.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tamadun.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tamadun.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tamadun.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tamadun.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tamadun.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tamadun.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tamadun.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tamadun.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tamadun.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tamadun.wordpress.com/242/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tamadun.wordpress.com&amp;blog=3428128&amp;post=242&amp;subd=tamadun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tamadun.wordpress.com/2012/01/01/indonesia-memerlukan-firasat-orang-orang-terbaik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/05b6f4a429fc04649e7ac79982a5a793?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Imam Royo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Malam Hari Seperti Nabi</title>
		<link>http://tamadun.wordpress.com/2011/09/24/malam-hari-seperti-nabi/</link>
		<comments>http://tamadun.wordpress.com/2011/09/24/malam-hari-seperti-nabi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Sep 2011 01:54:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Imam Royo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tamadun.wordpress.com/?p=238</guid>
		<description><![CDATA[hidayatullah.com. MALAM dan siang sudah biasa kita lalui. Mungkin di antara kita ada yang menganggapnya biasa-biasa saja. Padahal malam adalah &#8230;<p><a href="http://tamadun.wordpress.com/2011/09/24/malam-hari-seperti-nabi/">Continue reading &#187;</a></p><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tamadun.wordpress.com&amp;blog=3428128&amp;post=238&amp;subd=tamadun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>hidayatullah.com. MALAM dan siang sudah biasa kita lalui. Mungkin di antara kita ada yang menganggapnya biasa-biasa saja. Padahal malam adalah momentum sangat berharga bagi mereka yang menginginkan keridaan Allah SWT.</p>
<p>Bagi seorang Muslim malam memiliki<span id="more-238"></span> dua manfaat yang tak terpisahkan. Yaitu sebagai momentum untuk berisirahat sekaligus sebagai momentum yang sangat istimewa untuk melebur dosa dan meraih ampunan dari Allah SWT.</p>
<p>Sayang,  sebagian besar umat Islam mulai terbiasa dengan aktivitas begadang, khususnya generasi muda. Malam dihabiskan untuk hal-hal yang kurang bermanfaat, bahkan ada yang sampai lalai menjalankan sholat shubuh karena begadang semalaman.</p>
<p>Malam dan siang bagi mereka sama saja. Dua puluh empat jam digunakan untuk bersenang-senang, santai, dan bergembira ria. Hadirnya mentari kadang digunakan untuk tidur seharian, dan datangnya malam seringkali digunakan sekedar untuk menunggu pagi.</p>
<p>Padahal hidup ini bukanlah untuk foya-foya. Hadirnya siang dan malam dalam kehidupan ini Allah maksudkan agar kita menjadi hamba-Nya yang pandai bersyukur, mengisi waktu dengan jihad, menuntut ilmu, meningkatkan kualitas diri, beramal sholeh dan hal-hal lain yang mendatangkan rahmat dan keridoan-Nya.</p>
<p>Kini sudah saatnya kita menata diri, mengisi waktu dan memanfaatkan sisa umur kita untuk hidup lebih berarti, hidup penuh makna, dan hidup penuh kebahagiaan.</p>
<p>Satu di antara upaya yang mesti kita lakukan ialah mencontoh amalan Rasulullah saw ketika bertemu dengan malam. Dengan cara demikian, insya Allah hidup kita akan lebih punya makna.</p>
<p>Allah menjadikan malam agar manusia bisa beristirahat, memohon ampun dan mengingat-Nya dengan lebih baik lagi. Karena malam hari adalah waktu yang lebih hening dan lebih tepat untuk bertaqarrub kepada Allah SWT.</p>
<p>Oleh karena itu, rasulullah saw tidak pernah tidur larut malam. Beliau bersegera untuk tidur begitu sholat Isya’ telah dilaksanakan.</p>
<p>Dalam sebuah hadis diriwayatkan, <em>“Sesungguhnya rasulullah saw membenci tidur sebelum isya’ dan membenci obrolan setelah isya’.” </em>(Muttafaqun Alaih).</p>
<p>Syeikh Nashiruddin Al-Albani menjelaskan bahwa boleh seorang Muslim tidak segera tidur setelah sholat Isya’ dengan catatan yang diobrolkan adalah hal-hal yang positif, seperti mengulang-ulang pelajaran, menceritakan orang-orang sholeh, atau tentang akhlak mulia, bicara dengan tamu, dan lainnya. Demikian pula bila ada udzur atau keperluan mendadak yang bertepatan setelah sholat Isya’.</p>
<p>Namun demikian kegiatan atau obrolan setelah sholat Isya’ itu jangan sampai melalaikan kewajiban lainnya. Seperti pemuda yang begadang di malam hari untuk mengulang-ulang pelajarannya, atau mempersiapkan diri menempuh ujian sampai akhir malam kemudian tidur kecapaian, akhirnya ia tertinggal sholat shubuh (berjama’ah) maka begadang semacam ini tidak boleh.</p>
<p>Keadaan demikian diumpamakan seperti orang yang hendak membangun istana tetapi pada saat yang sama tanpa disadari dirinya telah menghancurkan kota. Akan sangat baik jika segera tidur setelah sholat isya, dan segera bangun dini hari, sholat shubuh, kemudian belajar.</p>
<p>Sebagaimana sabda rasulullah saw, <em>“Umatku diberkati ketika mereka berpagi-pagi.”<br />
</em>Mengapa rasulullah saw mengajarkan umatnya agar segera tidur setelah sholat Isya’?<br />
Beliau ingin umatnya bangun di tengah malam mendirikan sholat tahajjud sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT.</p>
<p>Dikisahkan dalam sebuah hadits, di tengah malam Rasulullah saw khusyuk dalam menjalankan sholat tahajjud hingga bengkak kedua telapak kakinya.</p>
<p><em>“Sesungguhnya dahulu Nabi benar-benar bangun untuk sholat hingga bengkak kedua telapak kakinya. Maka dikatakan kepada beliau; “Telah diampuni dosamu yang telah lalu dan yang akan datang.” Beliaupun berkata; “Tidak pantaskah aku menjadi seorang hamba yang pandai bersyukur?.” </em>(HR Bukhari).</p>
<p>Tengah malam adalah momen terindah dan terdekat manusia dengan Allah SWT berkomunikasi. Dan sholat tahajjud adalah momentum yang sangat pas untuk kita mendapat ampunan Allah SWT dan meminta apapun dari Nya. Maka bangunlah untuk mendirikan sholat tahajjud lalu beristighfar kepada-Nya dengan penuh keikhlasan.</p>
<p>Bahkan siapa yang mampu dan sungguh-sungguh mengisi malam harinya dengan taqarrub kepada Allah niscaya dia telah mencapai derajat taqwa yang telah Allah janjikan surga baginya.</p>
<p>Allah memberi janji dan keutamaan pada orang-orang yang bangun malam untuk bersujud dan menangis di hadapanNya.</p>
<p><em>“Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa ada di dalam syurga dan dekat dengan air yang mengalir. Sambil mengambil apa yang diberi oleh Tuhan mereka. Sesungguhnya mereka sebelum ini di dunia adalah orang-orang yang berbuat baik. Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun kepada Allah.” </em>( Surah az-Zariat ayat 15-18).</p>
<p>Sungguh sangat luar biasa manfaat malam bagi seorang Muslim. Waktu yang akan melebur dosa dan mengundang berkah-Nya di pagi hari. Pantas dahulu para sahabat nabi berusaha membangun budaya intropeksi diri di tengah malam dengan memperbanyak istighfar.</p>
<p>Dalam salah satu atsar Sayyidina Ali ra menyatakan, “<em>Aku heran dengan orang yang binasa padahal bersamanya ada penyelamat?” </em>Ali pun ditanya, “Apakah penyelamat itu?” Ali menjawab, “<em>Beristighfar.” </em>Ketahuilah, lanjut Ali, <em>“Allah tidak memberikan ilham kepada seorang hamba untuk beristighfar, jika memang, Dia ingin menyiksanya.”<br />
</em></p>
<p>Masihkah kita relakan malam berlalu hanya unutk melihat sinetron hingga larut malam atau sekedar duduk sambil tertawa bersama teman-teman sekedar untuk menanti siaran langsung sepak bola? Padahal tiada yang kita dapat selain lelah dan makin enggan untuk beribadah.</p>
<p>Mulai sekarang mari kita hidupkan malam-malam kita dengan aktivitas yang telah dicontohkan Nabi kita.  <em>Walahu a’lam.</em>*/<strong>Imam Nawawi</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tamadun.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tamadun.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tamadun.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tamadun.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tamadun.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tamadun.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tamadun.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tamadun.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tamadun.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tamadun.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tamadun.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tamadun.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tamadun.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tamadun.wordpress.com/238/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tamadun.wordpress.com&amp;blog=3428128&amp;post=238&amp;subd=tamadun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tamadun.wordpress.com/2011/09/24/malam-hari-seperti-nabi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/05b6f4a429fc04649e7ac79982a5a793?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Imam Royo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pemekaran Kaltara dan Teladan Nalar Luqman al-Hakim</title>
		<link>http://tamadun.wordpress.com/2011/09/24/pemekaran-kaltara-dan-teladan-nalar-luqman-al-hakim/</link>
		<comments>http://tamadun.wordpress.com/2011/09/24/pemekaran-kaltara-dan-teladan-nalar-luqman-al-hakim/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Sep 2011 01:51:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Imam Royo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tamadun.wordpress.com/?p=236</guid>
		<description><![CDATA[KALTIM TODAY &#8212; PEMEKARAN daerah hakikatnya dimaksudkan untuk mewujudkan pemerataan pembangunan dan kesejahteraan rakyat secara beriringan. Tujuan tersebut telah lama &#8230;<p><a href="http://tamadun.wordpress.com/2011/09/24/pemekaran-kaltara-dan-teladan-nalar-luqman-al-hakim/">Continue reading &#187;</a></p><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tamadun.wordpress.com&amp;blog=3428128&amp;post=236&amp;subd=tamadun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>KALTIM TODAY &#8212; PEMEKARAN daerah hakikatnya dimaksudkan untuk mewujudkan pemerataan pembangunan dan kesejahteraan rakyat secara beriringan. Tujuan tersebut telah lama terpendam dalam dada para pendiri bangsa dan telah tertuang dalam UUD 1945.</p>
<p>Namun praktiknya, idealitas kemerdekaan bangsa ini tersandera <span id="more-236"></span>selama 30 tahun lebih di bawah cengkraman pemerintahan orde baru.</p>
<p>Sehingga tak pelak lagi tercatat dalam sejarah pekat itu, Pancasila bukan difungsionalisasikan secara baik tapi justru dijadikan tameng untuk memperkuat kekuasaan dan menindas rakyat Indonesia.</p>
<p>Karena tindakan brutal itulah pemerintah bahkan salah urus dalam mengelola negara ini. Intelijen negara bukannya difokuskan untuk melindungi wilayah NKRI dari serobotan negara asing, tetapi malah dibiayai tinggi hanya untuk memata-matai gerakan rakyat dan generasinya sendiri.</p>
<p>Aktivis angkatan 80-an tentu tidak akan pernah lupa akan kebijakan Soeharto yang memberlakukan seluruh organisasi di Indonesia wajib menjadikan Pancasila sebagai asas gerakan satu-satunya.</p>
<p>Jadi secara nyata jelas bahwa yang menyebabkan bangsa ini rapuh dan tak berdaya dalam segala hal lebih karena kebijakan pemerintah yang tidak memihak rakyat. Provinsi penghasil tambang tak banyak mengalami kemajuan, sementara di sisi lain daerah tertentu mengalami kemajuan yang sangat pesat. Terjadilah pelanggaran terhadap sila ke-V Pancasila, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.</p>
<p>Beruntung Indonesia kemudian berhasil melakukan reformasi dengan gerakan massa pada tahun 1998. Jika tidak, maka patut diduga keras bahwa sampai hari ini bangsa tercinta ini akan mengalami kemunduran drastis di segala bidang.</p>
<p>Dalam sejarah perjalanan bangsa, era reformasilah yang paling memungkinkan mewujudkan target mulia itu. Namun dalam perjalanannya, pemekaran justru lebih mendatangkan problem dari pada kemakmuran.</p>
<p>Menurut pemerintah, dalam perjalanannya banyak pemekaran daerah yang mengalami kegagalan. Lebih dari 80% pemekaran gagal. Namun demikian, data ini masih diperdebatkan, khususnya bagi kalangan legislatif di Senayan.</p>
<p>Terlepas dari kasus dan fakta yang terpampang di lapangan dan kontroversi para publik figur tentang keberhasilan pemekaran, hal penting yang harus kita kawal di Kalimantan Timur (Kaltim) ialah rencana pemekaran Kalimantan Utara (Kaltara) yang bisa dibilang sudah di depan mata.</p>
<p>Demi Keutuhan dan Kedaulatan NKRI<br />
Keberadaan provinsi baru Kalimantan Utara atau Kaltara secara politis sangat mendesak untuk diwujudkan. Sebab secara teritorial jika ini terwujud kelak Kaltara akan langsung berbatasan dengan dua negara tetangga, yakni Malaysia dan Brunai Darussalam.</p>
<p>Keberadaan Kaltara akan sangat membantu penjagaan keutuhan wilayah NKRI khususnya di daerah perbatasan yang rentan diserobot oleh negara tetangga. Dengan demikian kasus lenyapnya Sipadan dan Ligitan dari peta NKRI tidak akan pernah terulang kembali. Kemudian secara ekonomis, adanya Kaltara juga memungkinkan tersedianya akses ekonomi yang lebih baik. Dibanding ketika masih tergabung dalam propinsi Kalimantan Timur.</p>
<p>Jarak yang sangat jauh dan medan yang relatif kurang ‘bersahabat’ menjadikan akes pembangunan di wilayah Kalimantan Utara banyak mengalami hambatan. Tetapi dengan adanya Kaltara, sebut saja ibu kota Kaltara nanti adalah Tarakan misalnya, maka hal ini akan memudahkan akses ekonomi dan dengan demikian maka akselerasi pembangunan dapat segera diwujudkan.</p>
<p>Mari kita perhatikan fakta riil yang terjadi di bagian utara Kaltim ini. Pulau Sebatik, yang jaraknya dengan Tawau, Malaysia, hanya 15 menit jika menyeberang dengan speed boat, sebagian besar masyarakatnya lebih sering berinteraksi sosial dan ekonomi dengan Tawau ketimbang dengan daerah-daerah lain di provinsi yang sama, seperti Nunukan, Tarakan atau bahkan Balikpapan dan Samarinda.</p>
<p>Padahal Sebatik merupakan salah satu pulau dengan nilai strategis karena langsung berbatasan dengan negeri jiran Malaysia, baik di darat maupun laut. Namun ironisnya, menurut pengamat dan banyak kalangan masyarakat di Sebatik, berbagai potensi sumber daya yang ada di pulau itu seperti ikan, kakao, sawit dan berbagai hasil bumi lainnya semua &#8220;lari&#8221; ke Tawau.</p>
<p>Dalam angka, setiap bulan, sebanyak 1500 ton sawit, 800 ton rumput laut dan 1000 ton ikan hasil budi daya nelayan Sebatik dan sekitarnya masuk ke Tawau. Jadi dengan demikian sangat tidak rasional jika pembentukan Kaltara masih harus diundur-undur apalagi digagalkan. Sebab ketiadaan Kaltara hanya akan menambah riwayat lepasnya beberapa daerah milik kita ke negara tetangga. Jika ini terus terjadi, dimana letak kedaulatan kita sebagai bangsa yang merdeka?</p>
<p>Tantangan<br />
Dalam tradisi Islam, ada sebuah ajaran filosofis yang dikemas dalam bentuk cerita yang sangat sederhana. Di zaman Nabi Daud, ada seorang ahli ilmu, Luqman al-Hakim namanya. Suatu saat ia mendapat tawaran dari Tuhannya melalui malaikat-Nya.</p>
<p>Malaikat itu berkata, “Wahai Luqman manakah yang hendak kau ambil dari dua anugerah (ilmu dan harta) yang Allah telah sediakan buatmu?” seru Malaikat tatkala menjumpai Lukman.</p>
<p>Dengan jelas Luqman menjawab, “Saya akan mengambil ilmu wahai malaikat,” tegasnya. Demikian pula halnya tatkala tawaran yang disodorkan kepada Luqman juga disampaikan kepada Sulaiman, putra Nabi Daud. Sulaiman menjawab, “Saya akan memilih ilmu wahai malaikat”</p>
<p>“Mengapa ilmu?”, tanya malaikat. “Dengan ilmu aku akan mendapat harta dan mampu mengelolanya. Dengan harta tanpa ilmu maka aku akan binasa karenanya,” jawabnya singkat.</p>
<p>Ajaran di atas mengilhami Sayyidina Ali dalam melihat harta dan ilmu. Menurutnya, “ilmu akan menjagamu, sedangkan harta, kamu yang harus menjaganya. Semakin diamalkan ilmu akan semakin bertambah, semakin dibelanjakan harta akan semakin berkurang.”</p>
<p>Berbicara potensi, hampir seluruh wilayah di tanah air memiliki potensi yang tidak kecil. Dari Sabang sampai Merauke, Indonesia punya apa yang negara-negara di seluruh dunia miliki. Persoalannya kemudian, potensi besar itu tidak memberi dampak positif sedikit pun terhadap kesejahteraan rakyat.</p>
<p>Umumnya, pemekaran suatu daerah banyak ditunggangi oleh kepentingan-kepentingan sesaat para elit. Nah, jika ini juga terjadi dalam proses pembentukan Kaltara, maka bisa dipastikan, idealisme pemekaran hanya akan menjadi menara gading. Ia sama sekali tak mewujud dalam realita.</p>
<p>Jadi tantangan terbesar yang harus dijawab oleh seluruh masyarakat di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara nantinya, ialah mempersiapkan kemampuan menempatkan harta dunia pada porsinya secara proporsional.</p>
<p>Pada saat yang sama juga harus mampu memprioritaskan ilmu yang diperlukan untuk pemenuhan kewajiban menjalankan mandat otonomi daerah membangun masyarakat yang adil, makmur nan sentosa. Sebab sumber utama kerusakan bangsa dan negara ini ialah rendahnya perhatian para pemangku kebijakan terhadap ilmu, lebih-lebih terhadap iman.</p>
<p>Sungguh tidak ada tantangan yang lebih besar dan lebih mengancam selain ilmu. Mari kita belajar kepada Jepang. Sejak tahun 1900 Jepang secara serius, bahu-membau, dan berkesinambungan berupaya membangun pondasi bangsanya dengan ilmu. Maka pada du dekade pertama abad XX Jepang mampu tampil sebagai bangsa Asia yang paling disegani.</p>
<p>Pembangunan seperti itulah yang menjadikan Jepang tidak bisa dilenyapkan sekalipun oleh bom nuklir. Sebab fundamen mereka sebagai bangsa telah terpatri kuat dalam sanbari seluruh rakyatnya. Maka dari itu, beberapa waktu setelah Nagasaki dan Hirosima luluh lantak karena bom atom, pertama kali yang ditanya kaisar Jepang adalah, “berapa orang guru yang masih hidup?”</p>
<p>Bandingkan dengan perilaku pemangku kebijakan di tanah air. Jangankan proyek pemekaran, proyek penanganan korban bencana alam pun jika ada kesempatan maka semua akan dia “sunat”. Perilaku seperti inilah yang menjadikan bangsa ini rendah tak berharga.</p>
<p>Jika Kaltara dibangun benar-benar atas landasan ilmu, maka bukan mustahil, Kaltara akan menjadi provinsi tercepat pembangunannya dan termakmur seluruh masyarakatnya. Namun jika tidak, sungguh lebih baik Kaltara tidak perlu ada, sebelum rakyat jelata kian menderita.</p>
<p>Cukuplah kita belajar dari kasus yang menimpa para mantan penguasa di wilayah ini, baik dia yang pernah duduk di kursi gubernur atau bupati, bahwa gagal menjawab tantangan ilmu berakibat pada kehinaan.</p>
<p>Jadi, jangan selalu memandang pemekaran dengan cara pandang semut melihat gula, tapi gunakanlah kacamata dan nalar cerdas Luqman al-Hakim dalam melihat harta dunia.[]</p>
<p>*Penulis adalah kolumnis tetap <a href="http://www.kaltimtoday.com/">www.kaltimtoday.com</a> dan mantan Pengurus Daerah Persatuan Pelajar Islam Indonesia (PD PII) Kutai Kartanegara, Kaltim</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tamadun.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tamadun.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tamadun.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tamadun.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tamadun.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tamadun.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tamadun.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tamadun.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tamadun.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tamadun.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tamadun.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tamadun.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tamadun.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tamadun.wordpress.com/236/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tamadun.wordpress.com&amp;blog=3428128&amp;post=236&amp;subd=tamadun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tamadun.wordpress.com/2011/09/24/pemekaran-kaltara-dan-teladan-nalar-luqman-al-hakim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/05b6f4a429fc04649e7ac79982a5a793?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Imam Royo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Agar Tetap Sehat, Jagalah Pola Makan</title>
		<link>http://tamadun.wordpress.com/2011/09/21/agar-tetap-sehat-jagalah-pola-makan/</link>
		<comments>http://tamadun.wordpress.com/2011/09/21/agar-tetap-sehat-jagalah-pola-makan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Sep 2011 01:49:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Imam Royo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tamadun.wordpress.com/?p=234</guid>
		<description><![CDATA[SALAH  satu pesan rasulullah bagi umatnya ialah jaga sehatmu sebelum datang sakitmu. Hal ini menunjukkan bahwa kesehatan itu sangat penting &#8230;<p><a href="http://tamadun.wordpress.com/2011/09/21/agar-tetap-sehat-jagalah-pola-makan/">Continue reading &#187;</a></p><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tamadun.wordpress.com&amp;blog=3428128&amp;post=234&amp;subd=tamadun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SALAH</strong>  satu pesan rasulullah bagi umatnya ialah jaga sehatmu sebelum datang sakitmu. Hal ini menunjukkan bahwa kesehatan itu sangat penting dan wajib dijaga.<span id="more-234"></span></p>
<p>Nikmat terbesar dari Allah setelah iman dan Islam ialah kesehatan. Kesehatan memungkinkan setiap Muslim menjalankan ibadah, membantu saudaranya, dan mengangkat beban yang berat. Oleh karena itu, sudah selayaknya setiap Muslim mensyukuri nikmat tersebut. Mensyukuri dalam arti senantiasa berupaya menjaga kesehatan yang telah Allah anugerahkan.</p>
<p>Lazim dipahami, nilai kesehatan sungguh sangat mahal. Sekaya apapun seorang manusia, tatkala sakit menderanya dan tak kunjung sembuh, boleh jadi seluruh harta yang dimilikinya tak mampu mengganti nilai kesehatannya.</p>
<p>Dengan demikian maka sungguh beruntunglah orang-orang yang diberikan kesehatan oleh Allah SWT. Dan, sebagai hamba-Nya yang beriman, tentu kita akan menjaga nikmat besar tersebut.</p>
<p>Rasulullah saw telah memberikan teladan terbaik mengenai bagaimana cara atau metode yang harus kita lakukan, agar kesehatan yang kita miliki dapat terjaga. Upaya menjaga kesehatan ini merupakan bentuk kesyukuran yang sangat dianjurkan oleh beliau.</p>
<p>Kata bijak mengatakan, mencegah lebih baik daripada mengobati. Artinya upaya menjaga kesehatan itu bisa dilakukan dengan mencegah datangnya berbagai macam penyakit. Dengan demikian kesehatan badan dapat terpelihara.</p>
<p>Menerapkan pola makan yang Islami adalah cara terbaik untuk mencegah datangnya berbagai macam penyakit. Pola makan itu sendiri adalah kunci utama dalam menjaga kesehatan tubuh.</p>
<p>Dalam hal makan rasulullah saw menekankan agar umatnya cukup mengonsumsi makanan yang dapat menegakkan tulang punggungnya, sehingga staminanya tidak merosot dan tubuh tetap sehat.</p>
<p>Sebab ukuran normal lambung manusia hanya sekitar 1500 ml. Kalaupun ada perbedaan umumnya tidak terlalu jauh. Dengan demikian bila dibagi tiga maka masing-masing cukup untuk menampung 500 ml.</p>
<p>Maka dari itu, jika harus lebih, cukuplah makan sepertiga volume yang bisa ditampung dalam perut, sepertiga minuman dan sepertiga lagi untuk nafas (udara). Sebagaimana sabda beliau;</p>
<p><em>“Tidak ada ‘bencana’ yang lebih buruk yang diisi oleh manusia daripada perutnya sendiri. Cukuplah seseorang itu mengonsumsi beberapa kerat makanan yang dapat menegakkan tulang punggungnya. Kalau terpaksa, maka dia bisa mengisi sepertiga perutnya dengan makanan, sepertiga lagi dengan minuman, sepertiga sisanya untuk nafas.”</em> (HR. Ahmad, Al-Tirmidzi, dan Al-Nasa’i).</p>
<p>Nafas perlu porsi tempat juga karena ada keterkaitan lambung dan pernafasan. Bagian atas lambung menempati posisi langsung di bawah diafragma, lambung menerima makanan setelah dikunyah, ditelan, dan melewati kerongkongan.</p>
<p>Jika lambung diisi terlalu banyak makanan maka ukurannya pun akan melebar dan mendatangkan ketidaknyamanan dan sulit bernafas. Ini juga cukup menyulitkan untuk susut dan menghambat pergerakan ke bawah secara otomatis, disebabkan terjadinya pernafasan yang dalam.</p>
<p>Oleh karena itu, volume lambung harus diisi secara proporsional. Apabila tidak seimbang maka bisa mengakibatkan terjadinya kerusakan jantung dan melemahnya organ-organ tubuh untuk menjalankan aktifitas sehari-hari, termasuk juga dalam menjalankan ibadah.<br />
Jadi, bimbingan rasulullah kepada umatnya dalam hal makan ialah mengonsumsi makanan dalam jumlah sedikit, tapi mampu memenuhi kebutuhan gizi. Sepertiga untuk makan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga lagi untuk nafas.</p>
<p>Islam dan Makanan Sehat</p>
<p>Islam menganjurkan umatnya mengonsumsi makanan sehat. Sebab makanan sehat hakikatnya adalah obat. Oleh karena itu pantas jika ada ungkapan bahwa siapa yang makan makanaan sehat maka ia tak perlu makan obat. Allah berfirman:</p>
<p>وَظَلَّلْنَا عَلَيْكُمُ الْغَمَامَ وَأَنزَلْنَا عَلَيْكُمُ الْمَنَّ وَالسَّلْوَى كُلُواْ مِن طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَمَا ظَلَمُونَا وَلَـكِن كَانُواْ أَنفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ</p>
<p><em>“Dan Kami naungi kamu dengan awan, dan Kami turunkan kepadamu &#8220;manna&#8221; dan &#8220;salwa&#8221;. Makanlah dari makanan yang baik-baik yang telah Kami berikan kepadamu&#8230;” </em>(QS. 2: 57).</p>
<p>Lebih detail Ibnul Qayyim menjabarkan;</p>
<p><em>“Kalangan medis sepakat bahwa selama penggunaan makanan sehat sudah cukup digunakan dalam pengobatan, tidak perlu menggunakan obat. Selama bisa menggunakan obat-obbatan sederhana, tidak perlu menggunakan obat-obatan kimia. Mereka menegaskan (kata Ibnul Qayyim), ‘Setiap penyakit yang masih bisa diatasi dengan makanan sehat dan pencegahan, teidak memerlukan obat-obatan.” </em>(Abu Umar Basyier 2011: 243).</p>
<p>Lalu apa saja jenis makanan sehat itu? Di antaranya adalah sebagai berikut;</p>
<p><em>Pertama, </em>yang mengandung karbohidrat; gandum, beras, jagung, dan sejenisnya. Adapun rasulullah, beliau lebih sering makan gandum. Biasanya gandum diolah menjadi roti atau tsaried juga talbin (keduanya sejenis bubur gandum yang dicampur dengan daging).<br />
Kedua, makanan yang mengandung zat besi. Makanan yang mengandung zat besi cukup baik adalah kurma. Sebiji kurma standar biasanya mengandung 60 – 70% karbohidrat, 2,5 % lemak, 33% air, 32% Metalic Nacl dan 10% olive.</p>
<p><em>Ketiga, </em>daging. Daging hewan merupakan sumber protein yang cukup tinggi, karena di dalamnya terkandung asam amino pokok (essential amino acids) yang merupakan unsur utama pembentukan tubuh dan urat saraf manusia.</p>
<p>Rasulullah saw juga pernah makan daging. Di antara daging yang paling sering dikonsumsi beliau ialah daging kambing dan unta.</p>
<p>وَأَمْدَدْنَاهُم بِفَاكِهَةٍ وَلَحْمٍ مِّمَّا يَشْتَهُونَ</p>
<p><em>“Dan Kami beri mereka tambahan dengan buah-buahan dan daging dari segala jenis yang mereka ingini.</em>” (QS. Atthur: 22).</p>
<p><em>Keempat, </em>sayur dan buah-buahan. Rasulullah amat menggemari sayur-sayuran utamanya labu (waluh: jawa). Anas bin Malik menceritakan, “<em>Nabi suka sekali makan labu. Suatu hari Nabi diajak makan. Aku pun mengikuti beliau dengan pandanganku. Aku sengaja meletakkan potongan labu ke hadapan beliau karena aku tahu beliau amat menyukai labu.” </em>(HR. Tirmidzi dan Abu Dawud).</p>
<p>Hasil-hasil riset menunjukkan bahwa famili labu-labuan sangat efektif membunuh bakteri. Dan, labu madu (labu ketan) adalah yang paling efektif membunuh bakteri.</p>
<p>Selain itu labuh (waluh) memiliki kandungan vitamin A dan beta karoten yang sangat berguna bagi kesehatan mata dan kulit, kekebalan tubuh serta reproduksi. Bahkan labu juga memiliki manfaat sebagai antioksidan yang dapat mengurangi resiko terjadinya kanker dan penyakit jantung.</p>
<p>Kemudian wortel (jazar). Meskipun wortel sering disebut buah namun dalam praktiknya wortel di negeri ini juga sering diolah menjadi sayur.</p>
<p>Wortel dapat meningkatkan vitalitas tubuh. Ia juga baik dikonsumsi untuk memperlancar buang air kecil dan mensturasi. Dalam dunia medis pun wortel dianjurkan untuk dikonsumsi guna memperkuat penglihatan mata.</p>
<p>Rasulullah juga orang yang sangat menyukai buah-buahan. ibnul Qayyim mengungkapkan, “<em>Rasulullah saw biasa menyantap buah-buahan dari negeri beliau sendiri yang baru dipetik, tiak pernah menghindarinya. Dan itu termasuk kiat menjaga kesehatan yang terbaik. Karena dengan hikmah-Nya, Allah menciptakan di setiap negeri, buah-buahan yang bisa dirasakan manfaatnya secara langsung oleh penduduk negeri tersebut.” </em>((Abu Umar Basyier 2011: 256).</p>
<p>Dengan demikian maka teranglah bagi kita bahwa untuk hidup sehat itu tidak susah. Allah telah anugerahkan beragam jenis makanan sehat yang dibutuhkan oleh tubuh manusia.<br />
Sekarang tinggal bagaimana kita mengendalikan diri untuk mengonsumsi makanan sehat juga halal dengan menerapkan pola makan sehat sebagaimana telah dicontohkan oleh rasulullah saw.</p>
<p>Sebab tidak jarang, makanan sehat apapun bila dikonsumsi secara berlebihan dan tidak teratur dengan baik malah akan menimbulkan bahaya bagi badan kita. Sesungguhnya, apa yang diajarkan Nabi telah membawa konsekwensi kesehatan maha besar pada diri kita semua. Sayang, tidak banyak di antara kita merenungkannya. <em>Wallahu a’lam</em>.*/<strong>Imam Nawawi</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tamadun.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tamadun.wordpress.com/234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tamadun.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tamadun.wordpress.com/234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tamadun.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tamadun.wordpress.com/234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tamadun.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tamadun.wordpress.com/234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tamadun.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tamadun.wordpress.com/234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tamadun.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tamadun.wordpress.com/234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tamadun.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tamadun.wordpress.com/234/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tamadun.wordpress.com&amp;blog=3428128&amp;post=234&amp;subd=tamadun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tamadun.wordpress.com/2011/09/21/agar-tetap-sehat-jagalah-pola-makan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/05b6f4a429fc04649e7ac79982a5a793?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Imam Royo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tahukah Anda, Pertambangan Kaltim Untuk Siapa?</title>
		<link>http://tamadun.wordpress.com/2011/09/13/tahukah-anda-pertambangan-kaltim-untuk-siapa/</link>
		<comments>http://tamadun.wordpress.com/2011/09/13/tahukah-anda-pertambangan-kaltim-untuk-siapa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Sep 2011 04:55:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Imam Royo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tamadun.wordpress.com/?p=230</guid>
		<description><![CDATA[KALTIM TODAY &#8212; SUNGGUH kita semua sebagai warga Kalimantan Timur (Kaltim) sangat beruntung. Bahkan Indonesia pun sangat beruntung memiliki Kaltim. &#8230;<p><a href="http://tamadun.wordpress.com/2011/09/13/tahukah-anda-pertambangan-kaltim-untuk-siapa/">Continue reading &#187;</a></p><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tamadun.wordpress.com&amp;blog=3428128&amp;post=230&amp;subd=tamadun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>KALTIM TODAY &#8212; SUNGGUH kita semua sebagai warga Kalimantan Timur (Kaltim) sangat beruntung. Bahkan Indonesia pun sangat beruntung memiliki Kaltim. Tetapi benarkah Kaltim menguntungkan bagi warganya sendiri? Mari kita bahas bersama-sama. <span id="more-230"></span></p>
<p>Oleh: Imam Nawawi*</p>
<p>Dapat dipastikan, semua warga Kaltim bangga dengan wilayahnya yang memiliki cadangan sumber daya alam (SDA) melimpah. Namun sayang, mayoritas hanya berhenti pada kebanggaan. Akhirnya warga Kaltim hanya bisa bangga namun tak mampu menikmati. Penduduk Kaltim terpaksa harus menelan ludah karena tak mampu menjadi pemain.</p>
<p>Setiap hari bukit mutiara hitam mengapung di sepanjang aliran sungai Mahakam. Gunung batu bara itu selanjutnya akan dibawa ke luar negeri, untuk memenuhi kebutuhan orang-orang asing. Sementara warga Kaltim terkhusus antara Loa Kulu hingga Loa Janan, setiap hari hanya bisa gigit jari.</p>
<p>Tragis dan sangat ironis, memang. Inilah fakta miris kehidupan di Kaltim. Limpahan kekayaan SDA yang begitu besar tak mampu mendongkrak posisi Kaltim sebagai provinsi paling maju di NKRI. Kondisi ini secara otomatis menggambarkan secara gamblang realitas kehidupan penduduk Kaltim sendiri yang merana di tengah limpahan harta karun. Padahal tak semestinya mereka hidup tertinggal apalagi sengsara.</p>
<p>Pergunakan Akal Sehat<br />
Mari kita pikir secara jernih, mungkinkah di tengah limpahan tambang batu bara yang sangat luas, kita masih kekurangan pasokan listrik? Sementara bayangkan juga, daerah Jakarta dan Surabaya tak pernah mengalami listrik padam. Padahal keduanya tak punya tambang batu bara. Tapi di Kaltim, pemadaman listrik hampir setiap hari terjadi. Ada apa?</p>
<p>Bagaimana dunia usaha akan maju, pendidikan berjalan dengan baik, peralatan elektronik bisa awet, jika PLN di Kaltim tidak mampu memberi layanan maksimal bagi seluruh warganya. Kemana larinya bukit batu bara yang setiap hari mengapung di aliran sungai Mahakam? Masak iya untuk listrik saja tidak bisa!</p>
<p>Sementara itu proses penambangan tak ubanhnya praktik kanibalisme yang berambisi menggasak semuanya. Betapa tidak, keserakahan telah menjadi panglima para pemimpin perusahaan tambang. Tak cukup lahan yang sudah ada, kini kawasan Taman Hutan Rakyat Bukit Soeharto pun ‘diperkosa’ juga.</p>
<p>Kawasan konservasi hutan yang dikelola Universitas Mularwarman Samarinda untuk keperluan pendidikan dan penelitian itu pun harus lenyap demi kepentingan pragmatis para pengusaha. Hutan seluas 40 kali lapangan sepabola itu (sekitar 20.271 hektar) sedang dalam proses penghancuran.</p>
<p>Inilah potret kehidupan di salah satu propinsi kaya di Indonesia. Sementara hasil tambang tak menyentuh aspek riil masyarakat Kaltim. Dalam pada itu, bahaya akibat penambangan sudah sangat jelas mengancam eksistensi kehidupan mereka. Jika demikian apa yang kita dapatkan? Kemana pemerintah? Apa fungsi Undang-Undang 1945? Benarkah negeri ini sudah tergadaikan?</p>
<p>Ancaman Bencana<br />
Mari kita lihat secara cermat. Di tengah eksplorasi tambang secara besar-besaran, yang tentunya menghasilkan banyak keuntungan. Kita bisa saksikan pembangunan SDM, infrastruktur, bahkan kesejahteraan tidak menunjukkan adanya peningkatan.</p>
<p>Sebaliknya, kemiskinan dan kebodohan masih merata dimana-mana. Sementara itu kondisi alam di daerah pertambangan kini sudah sangat ‘amburadul’. Jika tidak diwaspadai, kekayaan yang melimpah justru akan mengundang bencana. Bukan sebatas bencana alam, tetapi juga bencana kemanusiaan bahkan lebih luas lagi bencana kehidupan.</p>
<p>Majelis Ulama Indonesia (MUI) dengan sangat gamblang telah memberi perhatian terhadap pertambangan melalui Fatwa nomor 22 tahun 2011. MUI berpendapat bahwa penambangan yang kelewat batas dan tidak terkendali akan menjadi penyebab utama penyebaran racun dan kerusakan alam.</p>
<p>Tanda-tanda akan peringatan tersebut sudah sangat jelas di hadapan kita. Eksplorasi tambang yang kian hari kian tak terkendali, sangat berpotensi mempercepat usia kehidupan di wilayah Kalimantan Timur. Apalagi nampaknya pemberian izin oleh pemerintah setidaknya dalam penilaian beberapa pihak, sudah terbilang cukup longgar.</p>
<p>Padahal semakin longgar perizinan sama dengan semakin cepat kerusakan terjadi. Setiap kali ada upaya eksplorasi tambang maka pertama yang akan dirusak adalah hutan. Hutan akan ditebangi secara membabi buta.</p>
<p>Tidak cukup menggunduli hutan, penambang akan meledakkan ‘bom’ untuk mempercepat proses eksplorasi. Kemudian proses pengangkutant batu bara dilakukan. Setelah semua usai di angkut, lubang besar menganga dibiarkan menjadi danau baru yang sama sakali tak bermanfaat bagi masyarakat.</p>
<p>Hal ini tentu akan sangat berpengaruh terhadap kestabilan ekosistem. Dan, pasti, secara ekonomis, bagi kawasan yang masyarakatnya masih memiliki ketergantungan terhadap hutan, akan menimbulkan problem kemanusiaan yang lebih kompleks. Apabila hal ini terus-menerus terjadi dan meluas di hampir seluruh wilayah Kaltim, yakinlah tak ada kebahagiaan untuk anak cucu kita di masa yang akan datang.</p>
<p>Padahal pengerusakan lahan tersebut tidak sedikit pun memberikan keuntungan bagi masyarakat Kaltim. Hasil tambang sepenuhnya dinikmati oleh kaum elit, aparat pemerintah, dan tentunya pemilik modal dari luar negeri. Sungguh, sekali proses penambangan dilakukan, bukan saja alam yang rusak berantakan, warga sekitar pun diselimuti oleh berbagai kesulitan dan kesengsaraan.</p>
<p>Sekedar contoh, di kawasan pertambangan PT Kitadin di Kutai Kartanegara. Cukup banyak danau baru yang kehadirannya justru tidak diharapkan dan sangat sulit untuk dilakukan reklamasi.</p>
<p>Banjir pun mengancam setiap tahunnya. Bahkan diprediksi akan muncul juga masalah lingkungan lain yang mau tidak mau harus dihadapi. Salah satunya adalah lubang beracun bekas galian yang tersebar cukup luas. Di Kutai Kartanegara saja sedikitnya ada 31 lubang dan bongkaran tanah yang ditinggalkan tanpa reklamasi. Luasnya mencapai 838 hektar (Tempointeraktif.com, 1/9/2011).</p>
<p>Kerusakan di sektor lain ialah jalanan umum. Hal ini terjadi karena beban truk angkutan batubara melebihi kapasitas. Jalan yang hanya mampu menahan beban 1 ton dilewati mobil tambang 16 ton setiap hari sepanjang tahun. Anda bisa bayangkan sendiri akibatnya.</p>
<p>Selain itu, masyarakat setempat juga menghadapi persoalan penggusuran dan penyusutan lahan pertanian. Dinas Pertanian Kalimantan Timur mencatat setiap tahun rata-rata 12 ribu lahan pertanian dikonversi menjadi tambang.</p>
<p>Pada saat yang sama krisis energi juga mengancam. Padahal hasil tambang sangat sedikit berkontribusi kepada masyarakat. Hingga saat ini hanya 35 desa dari 137 desa di Kutai Timur yang bisa tersuplai listrik dengan normal.</p>
<p>Jadi tidak berlebihan jika dikatakan bahwa, tambang adalah surga bagi pengusaha dan neraka bagi rakyat jelata.</p>
<p>Jika ingin bukti, silakan lakukan investigasi pada masyarakat Kutai Kartanegara sepanjang aliran Mahakam mulai dari Loa Kulu hingga Loa Janan tatkala mereka melihat perahu pontoon membawa bukit-bukit batu bara.</p>
<p>Apa anda merasakan manfaat dari pengangkutan bukit batu bara itu? Pasti mereka akan menjawab dengan hanya menggelengkan kepalanya.</p>
<p>Pemanfaatan Tambang<br />
Undang Undang Dasar Tahun 1945 Pasal 33 secara tegas menyatakan bahwa; (1) Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas azas kekeluargaan, (2) Cabang-cabang produksi yang penting bagi Negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara, (3) Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.</p>
<p>Demikianlah amanat Undang-Undang Dasar Negara 1945. Namun praktiknya, Pasal 33 itu sama sekali tak bergigi. Entah apa yang terjadi seorang gubernur pun ternyata tak mampu berbuat banyak.</p>
<p>Seperti dilaporkan Kompas (5/2/2010) bahwa Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak, mengadukan tentang ironi pemanfaatan sumber daya alam (SDA) provinsi saat Rapat Dengar Pendapat Badan Anggaran DPR.</p>
<p>Gubernur mencontohkan, bagaimana sebuah perusahaan tambang batubara di wilayahnya setiap tahunnya dapat menghasilkan batubara sebanyak 45 juta ton, tetapi pemasaran hasilnya hanya 5% untuk kebutuhan dalam negeri sedangkan 95% ditujukan untuk ekspor.</p>
<p>Kondisi terbalik berhasil dilakukan oleh China. Sebagai produsen batubara terbesar dunia, Negara Tirai Bambu itu mengalokasikan 98,3% batubaranya untuk kepentingan dalam negeri dan hanya 1,7% yang diekspor. Padahal jumlah produksinya lebih dari 11 kali produksi batubara Indonesia.</p>
<p>Faktanya cukup mengejutkan, perekonomian China meningkat secara drastis. Produk-produk China datang ke Indonesia bak banjir bandang. Peningkatan SDM pun terbilang sangat pesat perkembangannya. Bahkan cukup merepotkan pasar Asia Tenggara. Sementara setiap tahunnya Indonesia terus ‘melempar’ mutiara hitamnya ke luar negeri.</p>
<p>Di sinilah pemuda, mahasiswa, dan masyarakat Kaltim harus mengambil sikap. Ambillah hak Anda semua sebagai pewaris Bumi Kaltim. Tambang itu untuk anda bukan untuk orang asing. Bayangkan Anda punya batu bara, tapi Anda tak bisa menikmati listrik non-stop 24 jam seperti Jakarta yang tak punya tambang seperti Kaltim.</p>
<p>Mungkin Pemprov atau Pemda memberi kita beasiswa. Tetapi yakinlah, kalau tambang itu dikelola sendiri, sepenuhnya didedikasikan untuk rakyat, bukan sekedar beasiswa yang akan kita terima. Membuat perguruan tinggi bertaraf internasional pun bukan impian. Kaltim PASTI MAMPU karena Kaltim punya sesuatu yang Daerah Lain tak memilikinya.</p>
<p>Tetapi karena salah urus, salah kelola, keuntungan besar itu justru diambil alih oleh asing atau Barat. Merekalah yang paling menikmati hasil tambang bumi Kaltim ini. Barat memang suka membodohi penduduk negara-negara berkembang.</p>
<p>Dengan kecanggihan teknologinya mereka berhasil menjadikan pemerintah kita sebagai bonekanya. Selain itu oknum pejabat terkadang lebih rela hidup mewah dengan menjadi antek Barat daripada hidup kaya dan terhormat karena membela hak rakyat.</p>
<p>Sungguh tak bisa dinalar akal sehat, provinsi besar dengan tambang besar kehidupan masyarakatnya masih kalah dengan daerah-daerah lain di Indonesia.</p>
<p>Kemana hasil tambang itu lari? Kejarlah wahai pemuda Kaltim, sebelum semua benar-benar mengubur kita hidup-hidup.[]</p>
<p>*Penulis adalah kolumnis tetap <a href="http://www.kaltimtoday.com/">www.kaltimtoday.com</a> dan mantan Pengurus Daerah Persatuan Pelajar Islam Indonesia (PD PII) Kutai Kartanegara, Kaltim</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tamadun.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tamadun.wordpress.com/230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tamadun.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tamadun.wordpress.com/230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tamadun.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tamadun.wordpress.com/230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tamadun.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tamadun.wordpress.com/230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tamadun.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tamadun.wordpress.com/230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tamadun.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tamadun.wordpress.com/230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tamadun.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tamadun.wordpress.com/230/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tamadun.wordpress.com&amp;blog=3428128&amp;post=230&amp;subd=tamadun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tamadun.wordpress.com/2011/09/13/tahukah-anda-pertambangan-kaltim-untuk-siapa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/05b6f4a429fc04649e7ac79982a5a793?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Imam Royo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hilangnya Nilai Kemanusiaan dan Kehancuran Adab Republik Tercinta</title>
		<link>http://tamadun.wordpress.com/2011/08/27/hilangnya-nilai-kemanusiaan-dan-kehancuran-adab-republik-tercinta/</link>
		<comments>http://tamadun.wordpress.com/2011/08/27/hilangnya-nilai-kemanusiaan-dan-kehancuran-adab-republik-tercinta/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Aug 2011 06:22:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Imam Royo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tamadun.wordpress.com/?p=228</guid>
		<description><![CDATA[KALTIM TODAY &#8212; ADA ungkapan cukup menggelitik: Di Cina koruptor potong kepala, di Saudi pencuri potong tangan, di Indonesia, koruptor &#8230;<p><a href="http://tamadun.wordpress.com/2011/08/27/hilangnya-nilai-kemanusiaan-dan-kehancuran-adab-republik-tercinta/">Continue reading &#187;</a></p><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tamadun.wordpress.com&amp;blog=3428128&amp;post=228&amp;subd=tamadun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>KALTIM TODAY &#8212; ADA ungkapan cukup menggelitik: Di Cina koruptor potong kepala, di Saudi pencuri potong tangan, di Indonesia, koruptor dipotong masa tahanan. Malah lebih gila lagi, bisa dapat bonus tambahan yakni ‘sangat diperhatikan’.</p>
<p>Siapa yang tidak jengkel dan marah ketika tiba-tiba kita mendengar SBY <span id="more-228"></span>membalas surat pribadi Nazarudin, sang koruptor yang sempat membuat heboh bangsa ini?</p>
<p>Koruptor langsung diperhatikan suratnya dibalas pula. Sementara masyarakat Sidoarjo, para korban lumpur LAPINDO itu, sampai sekarang nasibnya terkatung-katung. Bahkan nyaris terlupakan. Di sisi lain sudah pasti, para koruptor, ditangkap atau tidak, mereka tetap terhormat dan akan dihormati, setidaknya oleh presiden.</p>
<p>Lalu, di mana pengamalan Pancasila sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab? Sungguh, SBY telah menciderai rasa kemanusiaan paling hakiki di negeri ini dan berani bertindak tanpa adab. Kalau begitu wajar negeri kita ini menjadi surganya para koruptor dan neraka bagi kejujuran.</p>
<p>Hampir seluruh pelaku tindak korupsi, nyaris tak bisa dilumpuhkan. Lihat saja Nunun Nurbaeti, dia perempuan tapi hebat. Nazarudin saja kalah. Walaupun Nazarudin lebih hebat lagi, sebab tertangkapnya menjadikan dia sebagai koruptor pertama yang mendapat balasan surat dari presiden SBY.</p>
<p>Sementara hampir seluruh rakyat Indonesia, sengaja dibiarkan hidup tanpa kesejahteraan. Tidak usah negara dituntut untuk memikirkan nasib anak-anak balita hari ini, sekedar untuk urusan mudik, siapa yang lemah fisiknya siap-siaplah pingsan di stasiun kalau tidak gagal mudik karena tidak kebagian tempat di atas kereta ekonomi yang penuh sesak, bak kandang ayam ras itu.</p>
<p>Di akhir pekan ini, menjelang hari raya, melalui pemberitaan di media bangsa ini dikejutkan oleh pernyataan pejabat negara yang tidak semestinya. Terakhir, Marzuki Ali ketua DPR RI punya gagasan, bagaimana kalau dana kampanye partai saat pemilu ditanggung oleh negara. Bagaimana logikanya?</p>
<p>Semua itu terjadi karena betapa kuatnya tarikan kekuasaan yang berbau dengan segala kenikmatan. Sangat nikmat memang, sampai semua orang lupa bahwa hari kiamat dan kematian itu ada!</p>
<p>Perilaku demikian bukan tanpa sebab. Satu sebab utama ialah, komposisi DPR. Komposisi DPR RI itu sudah kurang sehat, setidaknya jika itu dilihat dengan akal sehat kita. DPR di isi oleh advokat, artis, pengusaha dan lain sebagainya. Di mana masing-masing anggota DPR masih aktif menjalani profesi sebelum jadi anggota DPR. Satu kursi ‘empuk’ masih kurang. Jadi ingin beberapa kursi ‘empuk’ sekaligus.</p>
<p>Kursi ‘empuk’ memang membuat akal sehat politisi negeri ini terserang ‘demam materialisme’ yang begitu kuat. Asal ada kursi kosong, parpol ingin mendudukinya. Lihat saja rebutan kursi kedutaan untuk Italia?</p>
<p>Waktu pilpres usai, masing-masing sibuk ingin duduk di kursi menteri. Sekarang ada kursi duta besar kosong, masing-masing parpol ingin duduk rame-rame. Kalau begitu mana untuk rakyatnya? Berarti tuntutan rakyat yang diwakili Iwan Fals lewat lagunya “Wakil rakyat seharusnya merakyat. Jangan tidur waktu sidang soal rakyat,” belum juga dipenuhi. Sungguh lambat sekali respon untuk rakyat!</p>
<p>Apa Yang Salah<br />
Negara ini tentu tidak dibangun atas landasan yang rapuh. Sebaliknya cukup kuat. Cukup kuat untuk menjadi negara yang lebih maju, cukup kuat untuk mencerdaskan penduduknya, juga cukup kuat mensejahterakan seluruh rakyatnya. Makanya ada sila, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.</p>
<p>Tetapi belakangan landasan yang kuat itu sudah mulai ditinggalkan. Politisi di Senayan sudah bukan lagi orang yang cerdas. Mereka buta sejarah terhadap bangsa sendiri, buta sejarah dunia, dan paling memprihatinkan adalah, buta kondisi rakyatnya saat ini.</p>
<p>Apa sebab dari semua ini? Rendahnya kualitas keilmuan politisi dan diberlakukannya sistem yang memungkinkan orang bertindak tanpa filter akal sehat dan nurani. Inilah demokrasi ugal-ugalan.</p>
<p>Katakanlah hari ini rakyat marah dengan para politisi. Tetapi tatkala masa kampanye tiba, siapa yang siap hadir di lapangan dalam acara kampanye maka partai A akan memberikan hadiah masing-masing hadirin akan mendapatkan Rp. 100.000,- siapa yang tidak tergiur. Apalagi disertai dengan penampilan artis yang mengajak semua peserta berjoget bersama.</p>
<p>Menuju Kehancuran<br />
Satu hal yang tidak bisa disangkal oleh siapapun ialah, pengabai nilai kejujuran tidak akan menuju kemana-mana selain pada kehancuran.</p>
<p>Fakta akan hal ini sudah cukup banyak. Bagaiman raja Luis XVI di Perancis dihukum mati oleh rakyatnya seketika setelah revolusi Perancis berakhir. Demikian pula dengan Suharto saat tuntutan rakyat sudah membuncah. Presiden kedua RI itu jatuh dan tak pernah bisa bangkit lagi untuk selamanya.</p>
<p>Sama halnya dengan pola pemerintahan otoriter yang diterapkan oleh Gereja beberapa abad sebelum renaisance. Sama pula dengan tenggelamnya Fir’aun di tengah laut beserta bala tentaranya, juga sang pencinta harta, Qarun yang tenggelam ditelan bumi.</p>
<p>Fakta tadi adalah bukti empiris kajian sejarah dan bukan cerita kosong. Namun demikian watak penguasa yang bermental kerdil memang lebih mendahulukan khayalannya dari pada nalarnya. Seperti pada sejarah Musa dan Fir’aun. Musa hidup dengan nalarnya sementara Fir’aun gembira dengan khayalannya.</p>
<p>Bisa kita bayangkan, demi untuk kelanggengan kekuasaanya, Fir’aun berani mengambil keputusan membunuh seluruh bayi laki-laki di tanah Mesir. Sementara sebagian rakyatnya tetap berada dalam kebodohan, kemiskinan dan pengangguran.</p>
<p>Cukup menarik apa yang disampaikan oleh John Renard yang mengkaji senandung cendekiawan Muslim, Jalaludin Rumi dalam karyanya ‘All The King’s Falcon: Rumi On Prophets and Revelation’. Di sana dikatakan;</p>
<p>“Karena raja adalah pendendam dan juga penyayang; ia menganugerahkan jubah kehormatan maupun memerintahkan ke penjara. Raja itu menaruh orang ke tiang gantungan, lalu menggantungnya di tempat yang tinggi di tengah-tengah rakyat yang berkumpul. Ia pun dapat menggantungnya di dalam gedung, tersembunyi dari rakyatnya, dengan gantungan yang rendah; tetapi perlulah bagi rakyat untuk melihat dan mengambil peringatan.</p>
<p>Ketika Tuhan Yang Mahatinggi hendak menghukum seseorang. Ia menganugerahinya pangkat tinggi di dunia dan kejaraan besar, sebagaimana dalam kasus Fir’aun dan Namrud dan yang sejenisnya. Semua kedudukan yang terkemuka itu adalah seperti tiang gantungan di mana Tuhan Yang Mahatinggi menaruh mereka (para raja), supaya semua rakyat dapat melihat mereka.” (hlm 127).</p>
<p>Jadi, kekuasaan pada hakikatnya dan hal ini berlaku universal, tidak lebih dari sebuah sarana uji mental menjadi pemimpin sejati. Siapa yang lalai dan terbuai dengan kenikmatan kekuasaan maka waktu akan mengantarkannya pada situasi yang sangat memprihatinkan.</p>
<p>Sebaliknya yang mampu menjaga diri, nafsu, dan keluarga dari praktik hidup hedonis, konsumtif, dan materialis, niscaya dia akan menjadi pemimpin yang akan abadi bersama perjalanan sejarah. Tidakkah cukup bagaimana dunia tak mampu menemukan celah pada kepemimpinan Nabi Muhammad saw, Abu Bakar, Umar, dan Umar bin Abdul Azis?</p>
<p>Prototype pemimpin yang terakhir disebutkan adalah pemimpin-pemimpin yang bergerak atas landasan nilai kejujuran, keberanian, dan tentu semangat menegakkan keadilan yang tangguh. Tanpa spirit tersebut dan tidak dalam rangka tujuan mulia itu, siapapun anda, sejarah akan menghukumnya.</p>
<p>Jernihkan Hati dan Pikiran<br />
UUD 1945 dan Pancasila sebagai dasar negara telah menyebtukan bahwa bangsa ini harus bergerak atas landasan hakiki peri kemanusiaan dan peri keadilan. Oleh karena itu dalam sila kedua kalimatnya berbunyi, Kemanusiaan yang Adil dan Bearadab.</p>
<p>Tingkah polah beberapa pejabat nasional, termasuk presiden (khusus kasus membalas surat Nazarudin) sungguh telah menyimpang dari landasan negara. Koruptor itu sama saja dengan penjajah. Dia mengambil uang hak rakyat untuk kepentingan pribadinya.</p>
<p>Dan, bahaya para koruptor jauh lebih besar dari bahaya bom bunuh diri yang katanya dilakukan para teroris. Bukan saja rakyat yang hari ini menyaksikan dan merasakan dampak buruk praktik korupsi, tapi keturunan bangsa ini akan malu punya pemimpin, punya leluhur yang suka mencuri. Bahkan mereka akan sangat membenci karena mereka lahir dan besar di tengah kesengsaraan yang  bukan hasil perbuatan mereka sendiri.</p>
<p>Oleh karena itu, kepada para pejabat negara, berpikirlah secara jernih. Nyalakan pelita iman, pelita pikiran anda dan baca ulang itu dasar-dasar negara. Kalau memang anda tidak bisa memahami dan memilih apa yang mestinya dipilih, sebaiknya mundur dan jangan banyak tingkah. Sebelum waktu akan menghancurleburkan semuanya.[]</p>
<p>*Penulis adalah kolumnis tetap <a href="http://www.kaltimtoday.com/">www.kaltimtoday.com</a> dan mantan Pengurus Daerah Persatuan Pelajar Islam Indonesia (PD PII) Kutai Kartanegara, Kaltim</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tamadun.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tamadun.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tamadun.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tamadun.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tamadun.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tamadun.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tamadun.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tamadun.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tamadun.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tamadun.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tamadun.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tamadun.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tamadun.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tamadun.wordpress.com/228/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tamadun.wordpress.com&amp;blog=3428128&amp;post=228&amp;subd=tamadun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tamadun.wordpress.com/2011/08/27/hilangnya-nilai-kemanusiaan-dan-kehancuran-adab-republik-tercinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/05b6f4a429fc04649e7ac79982a5a793?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Imam Royo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Budayakan Infaq dan Memohon Ampunan</title>
		<link>http://tamadun.wordpress.com/2011/08/26/budayakan-infaq-dan-memohon-ampunan/</link>
		<comments>http://tamadun.wordpress.com/2011/08/26/budayakan-infaq-dan-memohon-ampunan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Aug 2011 04:02:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Imam Royo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tamadun.wordpress.com/?p=226</guid>
		<description><![CDATA[BULAN Ramadhan tinggal beberapa hari lagi. Sudahkah kita berhasil mencapai target utama (menjadi insan taqwa) di bulan suci ini? Sebaik-baik &#8230;<p><a href="http://tamadun.wordpress.com/2011/08/26/budayakan-infaq-dan-memohon-ampunan/">Continue reading &#187;</a></p><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tamadun.wordpress.com&amp;blog=3428128&amp;post=226&amp;subd=tamadun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>BULAN Ramadhan tinggal beberapa hari lagi. Sudahkah kita berhasil mencapai target utama (menjadi insan taqwa) di bulan suci ini?</p>
<p>Sebaik-baik Muslim ialah yang bertaqwa kepada Allah. Oleh karena itu sudah semestinya kita berlomba-lomba untuk bisa menjadi orang yang bertaqwa. Bukan saja kita upayakan di bulan suci Ramadhan tetapi di setiap bulan sepanjang tahun. Setiap saat hingga ajal menjemput.<span id="more-226"></span></p>
<p>Dalam pengertian umum taqwa bisa dipahami sebagai upaya seorang Muslim untuk senantiasa mentaati seluruh perintah Allah dan pada saat yang sama juga berusaha menjauhi segala larangan-Nya.</p>
<p>Taqwa merupakan satu karakter utama yang harus dimiliki oleh setiap Muslim baik laki-laki mapun perempuan. Sebab bagi mereka yang bertaqwa Allah telah sediakan banyak sekali keuntungan dan kebaikan.</p>
<p>Di antaranya ialah pengajaran langsung dari-Nya. “<em>Dan bertaqwalah kepada Allah; Allah akan mengajarmu</em>…” (QS. 2: 282). Kemudian dalam ayat yang lain Allah juga janjikan kemudahan dalam menemukan solusi dari setiap permasalahan yang dihadapi.<br />
“<em>Dan barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya</em>.” (QS. 65: 4)</p>
<p>Untuk itulah Allah SWT menyediakan beragam bentuk ibadah yang bisa dilakukan oleh hamba-Nya agar berhasil menjadi insan yang taqwa.</p>
<p>Bahkan dalam kondisi tertentu taqwa menjadi syarat diterimanya sebuah pengorbanan. Jika pengorbanan yang dilakukan tidak lagi didasarkan pada spirit taqwa maka Allah pun enggan menerimanya. Sebab hanya pengorbanan orang yang bertaqwa saja yang akan diterima oleh-Nya.</p>
<p>وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ابْنَيْ آدَمَ بِالْحَقِّ إِذْ قَرَّبَا قُرْبَاناً فَتُقُبِّلَ مِن أَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ الآخَرِ قَالَ لَأَقْتُلَنَّكَ قَالَ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللّهُ مِنَ الْمُتَّقِي</p>
<p><em>“Sesungguhnya amal ibadah yang diterima Allah ialah dari orang yang bertaqwa</em>.” (QS. al Madidah: 27).</p>
<p>Oleh karena itu tidak ada perbekalan, perhiasan, pakaian dan perangai yang akan menyelamatkan seorang Muslim selain ketaqwaan kepada-Nya. Dengan demikian sudah sewajarnya setiap Muslim berupaya menjadi insan taqwa.</p>
<p><em>“Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa</em>.” [QS. al Baqarah: 197]</p>
<p>Sedemikian pentingnya taqwa itu melekat dalam pribadi setiap Muslim. Dan, betapa beruntungnya mereka yang berhasil menggapainya. Dengan demikian, tidak ada jalan lain yang lebih baik dalam hidup ini selain harus melalui jalan taqwa.</p>
<p>Tidak ada prioritas lain selain membangun mental taqwa. Bahkan tidak ada yang lebih menguntungkan selain menjadi insan taqwa.Tanpa ketaqwaan kita akan mengalami banyak kendala, kegagalan dan pada akhirnya kerugian.</p>
<p>Kita ketahui bersama bahwa, penyebab hilangnya kekuatan umat Islam karena lemahnya karakter taqwa pada hampir seluruh lapisan umat Islam. Bahkan sumber kekalahan umat Islam di segala sektor juga karena rendahnya kualitas iman dan ketaqwaan sebagian besar keluarga-keluarga Muslim.</p>
<p>Dengan demikian, menjadi kewajiban kita semua untuk bersama-sama, bahu-membahu mengisi hari-hari kita, siang dan malam untuk sebisa mungkin membangun karakter taqwa dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p>Lalu, bagaimana metode atau cara kita membangun mental taqwa agar umat Islam bisa menang dan bersama meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat?</p>
<p>Mengacu pada firman Allah dalam surah Ali Imran ayat 132 dan 133 yang artinya,;<br />
<em>“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa. (Yaitu) Orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema&#8217;afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.</em>” (QS: Ali Imron: 133-134).</p>
<p>Maka setiap Muslim dalam setiap harinya harus berupaya untuk melakukan beberapa langkah:</p>
<p><strong><em>Pertama</em></strong>, bersegera menuju ampunan Allah.</p>
<p>وَسَارِعُواْ إِلَى مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِي</p>
<p><em>“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa</em>.” (133).</p>
<p>Sayyid Qutb dalam tafsirnya, ‘Fi-Zhilali al-Qur’an’ menyebutkan bahwa ayat di atas menggambarkan bagaimana penunaian ketaatan kepada Allah, menjadi satu prioritas utama setiap Muslim untuk selanjutnya dilakukan dengan penuh semangat dan kesungguhan.</p>
<p>Sehingga setiap Muslim berupaya untuk menjadi yang terdepan dalam mendapatkan hadiah istimewa dari Allah. Dengan demikian maka terciptalah suasana kompetisi penunaian ketaatan yang semarak. Jika ini terjadi, insya Allah kekuatan umat Islam akan menguat dan tipu daya syetan dan orang-orang kafir pun dengan mudah dapat dipatahkan.</p>
<p>Memang ada beberapa hal yang harus disegerakan dalam ajaran Islam. Seperti, membayar hutang, menikahkan anak perempuan, merawat jenazah, menghormati tamu dan bertaubat. Namun demikian yang dimaksud di sini tidak sebatas beberapa hal tadi.</p>
<p>Tetapi juga meliputi seluruh aktivitas harian seorang Muslim, seperti mendirikan shalat secara berjama’ah di masjid, membaca al-Qur’an, menyambung tali silaturrahim, membantu yang membutuhkan, mengakui kesalahan dan meminta maaf, dan amalan sholeh lainnya.</p>
<p>Hal-hal itulah yang harus kita upayakan dengan penuh gairah. Upaya yang konsisten dalam menciptakan suasana kompetisi menuju ketaqwaan seperti itu merupakan satu syarat untuk bisa meraih kemenangan dan kebahagiaan setiap Muslim dan seluruh umat Islam baik di dunia maupun di akhirat.</p>
<p><strong><em>Kedua</em></strong>, membudayakan infak baik lapang atau sempit.</p>
<p>الَّذِينَ يُنفِقُونَ فِي السَّرَّاء وَالضَّرَّاء وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِي</p>
<p><em>“(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit…” </em>(QS Ali Imron: 134).</p>
<p>Bagaimana orang yang bertaqwa itu, yaitu orang yang senantiasa konsisten dalam berkorban, dan terus berjalan di atas manhaj, tanpa terpengaruh oleh keadaan lapang ataupun keadaan sempit.</p>
<p>Keadaan lapang tak membuat mereka bangga hingga lengah, dan keadaan sempit juga tidak menjadikan mereka berkeluh kesah hingga lalai. Mereka tetap menyadari kewajiban harus ditunaikan, sehingga mereka berusaha semaksimal mungkin terbebas dari sifat kikir dan rakus.</p>
<p>Bayangkan saja, seandainya penduduk Muslim negeri ini, katakanlah 100 juta penduduk, setiap harinya infak secara serentak Rp. 1000 maka dalam satu hari akan terkumpul 100 milyar rupiah. Dalam sebulan akan terkumpul dana sebesar 3 trilyun rupiah. Berarti setahun umat Islam Indonesia akan punya dana infak sebsear 36 trilyun rupiah.</p>
<p>Angka yang sangat fantastis. Ini belum termasuk zakat maal. Jika ini bisa diwujudkan, program apa yang tidak bisa dibiayai oleh umat Islam? Bahkan pemerintah pun akan dibantu oleh umat Islam.</p>
<p>Gerakan infak ini perlu dan harus segera diwujudkan. Sebab kita sedang berada dalam perang ekonomi global yang oleh musuh-musuh Islam dikemas dalam bahasa perdagangan bebas. Kita perlu wirausahawan Muslim yang banyak agar tidak bergantung pada produk Yahudi.</p>
<p>Dan, untuk mewujudkan itu kita butuh banyak modal. Siapa lagi yang akan memodali upaya itu jika bukan umat Islam sendiri?</p>
<p>Jadi tidaklah berlebihan ungkapan bahwa the more you give, the more you get. The more you give for the more people and continue, the unlimited you’ll get.</p>
<p><strong><em>Ketiga</em></strong>, menahan marah dan mudah memaafkan.</p>
<p>Orang yang bertaqwa pasti mampu menahan amarah. Setiap Muslim harus mampu menjadi orang yang tidak pemarah. Sebab itulah ciri Muslim sejati yang dalam hadis nabi dikatakan sebagai Muslim yang kuat.</p>
<p>Sebagaimana sabdanya, “Orang kuat itu bukanlah yang menang dalam gulat tetapi orang kuat adalah yang mampu menahan nafsu amarahnya” (HR. Bukhari dan Muslim)</p>
<p>Sikap marah sama sekali tidak memberi dampak positif apalagi jika didorong oleh kuatnya keinginan nafsu.</p>
<p>Marah ditinjau secara medis juga berdampak negatif terhadap kesehatan. Saat seseorang sedang marah, seketika tekanan darah meningkat dan irama napas menjadi cepat, secepat seperti tengah bersiap untuk berkelahi atau usai lari kencang karena ketakutan.</p>
<p>Pada beberapa kasus, marah dapat menimbulkan tekanan darah tinggi yang mengakibatkan rasa sakit pada kepala secara mendadak yang mengakibatkan terjadinya stroke.</p>
<p>Jadi sifat marah sama sekali tidak memberi manfaat, tidak menyelesaikan masalah justru mengundang masalah dan terus-menerus menambah masalah. Pantas nabi mengajarkan kita untuk selalu tersenyum. Seolah-olah ia ingin mengatakan, “kalau bisa senyum kenapa mesti marah!”</p>
<p><strong><em>Keempat</em></strong>, gemar berbuat kebaikan karena Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan.</p>
<p>Sayyid Qutb menjelaskan, orang-orang yang mendermakan harta dalam keadaan lapang dan sempit adalah orang-orang yang berbuat kebajikan. Orang-orang yang berderma dengan pemaafan dan toleransi adalah orang-orang yang berbuat kebajikan. Dan, Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebajikan.</p>
<p>Alangkah indahnya ketaqwaan itu, pantas jika Allah dalam ayat yang lain menjanjikan solusi, kemenangan dengan segera bagi orang-orang yang bertaqwa.<br />
“<em>Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar</em>.” (QS. At Thalaq: 2).</p>
<p>Jika demikian selagi masih ada waktu, mari kita bersegera berusaha sekuat tenaga untuk menjadi orang yang bertaqwa. Yakni orang yang mencintai dan gemar berbuat kebaikan demi menggapai ridha Allah untuk kemenangan umat Islam di dunia dan di akhirat.</p>
<p>Semoga Ramadhan kali ini benar-benar mengantarkan kita menjadi insan taqwa, amin. Wallahu a’lam.*/<strong><em>Imam Nawawi/hidayatullah.com</em></strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tamadun.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tamadun.wordpress.com/226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tamadun.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tamadun.wordpress.com/226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tamadun.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tamadun.wordpress.com/226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tamadun.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tamadun.wordpress.com/226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tamadun.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tamadun.wordpress.com/226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tamadun.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tamadun.wordpress.com/226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tamadun.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tamadun.wordpress.com/226/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tamadun.wordpress.com&amp;blog=3428128&amp;post=226&amp;subd=tamadun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tamadun.wordpress.com/2011/08/26/budayakan-infaq-dan-memohon-ampunan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/05b6f4a429fc04649e7ac79982a5a793?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Imam Royo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ingin Sehat? Tirulah Cara Nabi</title>
		<link>http://tamadun.wordpress.com/2011/08/16/ingin-sehat-tirulah-cara-nabi/</link>
		<comments>http://tamadun.wordpress.com/2011/08/16/ingin-sehat-tirulah-cara-nabi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Aug 2011 06:36:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Imam Royo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tamadun.wordpress.com/?p=213</guid>
		<description><![CDATA[MODERNISASI memang memberikan banyak kemudahan dalam urusan kehidupan manusia. Semua menjadi serba lebih cepat, lebih praktis, dan tentu lebih efisien. &#8230;<p><a href="http://tamadun.wordpress.com/2011/08/16/ingin-sehat-tirulah-cara-nabi/">Continue reading &#187;</a></p><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tamadun.wordpress.com&amp;blog=3428128&amp;post=213&amp;subd=tamadun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>MODERNISASI memang memberikan banyak kemudahan dalam urusan kehidupan manusia. Semua menjadi serba lebih cepat, lebih praktis, dan tentu lebih efisien. Tetapi modernisasi tetap bukan sesuatu yang tanpa kelemahan.<span id="more-213"></span></p>
<p>Modernisasi dalam beberapa hal justru telah membuat kewalahan, lebih tepatnya tidak mampu menangani masalah yang lebih esensial. Di antaranya masalah kesehatan, baik itu kesehatan jasmani ataupun kesehatan ruhani.</p>
<p>Walaupun teori kesehatan kian berkembang dan terus berusaha menemukan solusi agar penyakit jauh dari kehidupan manusia, faktanya kian hari orang kian mudah terkena penyakit. Bukan sekedar penyakit jasmani tetapi ruhani sekaligus.</p>
<p>Lihat saja di sekitar kita, setiap hari selalu saja ada orang yang mengeluh kena sariawan, perut kembung, sesak nafas, pinggang encok, dan lain sebagainya. Bahkan penyakit yang dulu hanya diderita orang-orang tertentu; kencing manis, ginjal, sakit jantung, keracunan makanan, kini sudah mengakrabi hampir seluruh lapisan masyarakat dengan berbagai usia.</p>
<p>Artinya semakin modern, ternyata masalah juga tidak sedikit. Penyakit kian banyak dan kian ganas menyerang siapa saja.</p>
<p>Atas fakta ini, seorang ilmuwan kontemporer, Fritjof Capra mengaku heran dengan era sekarang ini (modernisasi).</p>
<p>Melalui bukunya, “Titik Balik Peradaban” ia mengemukakan, dunia sekarang ini sungguh sangat aneh, para ahli yang seharusnya mahir dan memahami bidang kajian mereka justru sekarang juga tidak lagi mampu menyelesaikan masalah-masalah mendesak yang muncul dalam bidang yang menjadi perhatian mereka.</p>
<p>Ekonom gagal memahami inflasi; onkolog sama sekali bingung tentang penyebab-penyebab kanker; psikiater dikacaukan oleh schizophrenia; demikian juga polisi tidak berdaya menghadapi kejahatan yang terus meningkat.</p>
<p>Khusus problem kesehatan, lebih jauh Capra menuliskan bahwa manusia modern terancam oleh polusi air dan makanan. Kedua jenis konsumsi manusia ini telah tercemar oleh berbagai macam bahan kimia beracun.</p>
<p>Menurutnya, di Amerika Serikat, bahan-bahan tambahan makanan sintetis, pestisida, plastik, dan bahan-bahan kimia yang beredar di pasar-pasar diperkirakan mencapai seribu macam senyawa kimia baru setiap tahunnya. Artinya racun kimia telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam kehidupan manusia.</p>
<p>Jadi, tidak mengherankan, mengapa orang di era modern ini cukup rentan terserang penyakit. Tidak saja mereka yang sudah tua, yang muda pun dalam situasi siaga bahkan anak-anak pun terbilang harus ekstra dijaga.</p>
<p><strong>Penyakit mengancam tiap saat</strong></p>
<p>Mengapa penyakit menjadi begitu dekat dengan manusia dan mengancam setiap saat?</p>
<p>Ada banyak faktor yang memicu terjadinya hal tersebut. Mulai dari cara pandang pragmatis para pengusaha makanan, pola hidup serba instan di masyarakat, sampai pada tahap dimana orang sudah mulai kurang peduli dengan syari’at agama dalam hal makanan.</p>
<p>Baru-baru ini (11/08/2011) Pusat Data Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PDPERSI) melaporkan bahwa, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) merilis, sebanyak 1.416 item makanan olahan yang beredar di pasaran tidak memenuhi persyaratan. Ironisnya, total produk tersebut mencapai sekitar 73.293 kemasan.</p>
<p>Dari sisi pola makan, masyarakat juga sudah banyak yang menerapkan pola makan tidak sehat. Seperti makan tanpa diawali dan diakhiri dengan doa, bahkan sambil berjalan, selain itu juga masih banyak yang tidak membiasakan cuci tangan.</p>
<p>Dunia medis modern mengatakan bahwa, cara makan yang baik ialah dengan cara duduk dan tenang. Hal itu memungkinkan tubuh mengarahkan energi menuju proses makanan yang sedang dicerna. Enzim pencernaan juga akan bekerja dalam kondisi menyenangkan.</p>
<p>Untuk lebih sempurnanya proses pencernaan, hendaklah disisihkan waktu setidaknya sepuluh menit untuk makan dalam suasana rileks. Sambil kita terus-menerus memperbanyak dzikir, betapa nikmat Allah begitu besar pada diri kita. Ditinjau dari sisi adab, makan dengan cara duduk dan tidak terburu-buru menunjukkan satu akhlak yang baik.</p>
<p>Padahal Rasulullah saw telah memberikan contoh 14 abad lalu, sebelum dunia kedokteran merilis bahwa makan harus duduk, tenang dan tidak terburu-buru. Islam bahkan mengajarkan untuk memulakan dengan do’a. Demikian pula dalam hal kebersihan.</p>
<p><strong>Makan Ala Nabi</strong></p>
<p>Untuk menjaga kesehatan atau terhindar dari penyakit, makanan memang faktor paling kasat mata yang harus diperhatikan. Namun yang sangat menentukan selain jenis makanan itu sendiri, cara makan pun sangat perlu untuk diperhatikan.</p>
<p>Oleh karena itu nabi pun punya tips bagaimana kegiatan makan yang merupakan kebutuhan pokok manusia itu betul-betul optimal mendatangkan kesehatan dan tidak mendatangkan dampak negatif.</p>
<p><em>Pertama</em>, pastikan makanan yang didapatkan adalah halal dan baik serta tidak mengandung unsur-unsur yang haram.</p>
<p>وَكُلُواْ مِمَّا رَزَقَكُمُ اللّهُ حَلاَلاً طَيِّباً وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِيَ أَنتُم بِهِ مُؤْمِنُونَ</p>
<p><em>“Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya</em>.” (QS: Al Maidah: 88).</p>
<p>Jangan lupa untuk selalu meniatkan makan dan minum untuk menguatkan badan, agar dapat melakukan ibadah, dan hal-hal lain yang berguna agar dapat menjadi insan yang muttaqin.</p>
<p><em>Kedua</em>, makan sesudah lapar dan berhenti sebelum kenyang. &#8220;<em>Kami adalah sebuah kaum yang tidak makan sebelum lapar dan bila kami makan tidak terlalu banyak (tidak sampai kekenyangan).” </em>(Muttafaq Alaih).</p>
<p>Dunia modern dikejutkan dengan satu ‘penyakit’ baru, yakni obesitas. Kelebihan berat badan jika dibiarkan akan mengundang lebih banyak penyakit. Dan, obesitas ini tentu mulanya walaupun tidak semua, sering bermula dari kebiasaan makan secara berlebihan. Oleh karena itu makanlah secukupnya dan jangan berlebihan.</p>
<p><em>Ketiga</em>,mencuci kedua tangan sebelum makan, jika dalam keadaan kotor atau ketika belum yakin dengan kebersihannya. “<em>Apabila Rasululllah Sholallahu Alaihi Wassalam hendak tidur sedangkan Beliau dalam keadaan junub, maka beliau berwudhu terlebih dahulu dan apabila hendak makan, beliau mencuci kedua tangannya terlebih dahulu.” </em>(HR. Ahmad)</p>
<p><strong>Sehat Ala Nabi</strong></p>
<p>Dalam pandangan Islam, kesehatan bukan saja jasmani, tetapi juga ruhani. Untuk apa sehat badan kalau imannya kropos? Tentu sangat baik jika badan kuat iman juga sehat.</p>
<p>Makanan bukan satu-satunya penyebab munculnya berbagai macam penyakit. Meskipun umumnya beragam penyakit jasmani banyak ditimbulkan oleh makanan.</p>
<p>Satu hal yang tidak kalah penting terbukti efektif dalam meminimalisir mudahnya penyakit menyerang kita adalah keyakinan dan kemauan yang kuat untuk menerapkan syariat agama yang telah dicontohkan oleh nabi kita.</p>
<p>Meskipun kita telah mengonsumsi makanan penuh gizi, olahraga teratur, tetapi mental kita bermasalah, sering marah, suka ngomel, dan paling senang mendengki orang lain. Dapat dipastikan kita akan jauh dari kehidupan yang bahagia, sehingga rentan terhadap berbagai macam penyakit (biasanya darah tinggi), utamanya penyakit ruhani yang pada akhirnya akan berdampak signifikan terhadap kesehatan jasmani.</p>
<p>Islam sebagai ajaran yang bersifat tauhidi, tidak pernah memberatkan satu aspek lalu mengabaikan aspek yang lain. Seorang dikatakan sehat dalam perspektif Islam tidak semata bugar raganya, namun juga prima imannya, baik perangainya dan mulia akhlaknya.</p>
<p>Bagaimana agar kita bisa sehat jiwa raga? Berikut langkah-langkahnya;<br />
<strong></strong></p>
<p><strong>Pertama</strong>, bangun sebelum shubuh atau dini hari untuk <em>qiyamul lail</em>. Bagi anda yang pelajar/mahasiswa anda bisa menulis di waktu yang hening itu. Lebih <em>afdhal </em>juga jika anda bangun sholat dan berdoa. Sebab doa pada waktu malam kemungkinan terkabulkannya cukup besar. Dan, lakukanlah sholat Shubuh secara berjama’ah di masjid.</p>
<p>Jika rumah anda terbilang agak jauh dari masjid, kondisi tersebut sungguh sangat menguntungkan. Anda bisa jalan kaki ke masjid. Jadi, selain mendapat pahala yang jauh lebih besar, anda juga bisa sekaligus berolahraga sambil menikmati sejuknya udara di pagi hari.</p>
<p>Jika anda rutin melakukannya, jalan kaki akan menjadikan peredaran darah lebih teratur, dan darah akan sampai dalam jumlah yang besar ke pembuluh-pembuluh darah yang ada di seluruh tubuh, sehingga dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan banyak keletihan yang disebabkan oleh kurangnya suplai darah di seluruh sudut tubuh pada beberapa penyakit.</p>
<p><strong>Kedua</strong>, sebisa mungkin jangan mudah emosi atau mudah marah. Rasullullah saw, memperingatkan kita, <em>&#8220;Jangan marah, jangan marah, jangan marah.&#8221; </em>Ini menunujukkan bahwa hakikat kesehatan dan kekuatan Muslim bukanlah terletak pada jasadiyah belaka, tetapi lebih jauh yaitu dilandasi oleh kebersihan dan kesehatan jiwa.</p>
<p>Jika anda termasuk tipe orang yang suka marah, atau mudah terpancing emosi lalu marah, Rasulullah saw memberikan tips berikut ini;</p>
<p>1. Mengubah posisi ketika marah, bila berdiri maka duduk, dan bila duduk maka berbaring<br />
2. Membaca <em>ta &#8216;awwudz</em>, karena marah itu dari syaithan<br />
3. Segeralah berwudhu dan lakukanlah sholat dua rakaat untuk meraih ketenangan dan menghilangkan kegundahan hati</p>
<p><strong>Ketiga</strong>, jangan mendengki saudara Muslim yang lainnya. Gembira jika saudaranya tertimpa musibah dan bersedih jika suadaranya mendapat berkah merupakan sikap yang tercela dan bisa menghanguskan pahala kebaikan kita sendiri.</p>
<p><em>“Waspadalah terhadap hasud (iri dan dengki), sesungguhnya hasud mengikis pahala-pahala sebagaimana api memakan kayu.” </em>(HR. Abu Dawud)</p>
<p><strong>Keempat</strong>, senantiasa berdoa kepada Allah SWT agar diberikan kesehatan. Rasulullah saw berwasiat kepada kita, <em>“Mohonlah kepada Allah keselamatan dan afiat. Sesungguhnya tiada sesuatu pemberian Allah sesudah keyakinan (iman) lebih baik dari pada sehat afiat.</em>” (HR Ibnu Majah).</p>
<p><strong>Kelima</strong>, perbanyaklah puasa.</p>
<p>Suatu kali, penulis bertemu dengan seorang pengurus masjid di kawasan Grogol Jakarta Barat. Usianya sudah lebih dari 70 tahun, tetapi fisiknya masih kuat. Dia mampu membersihkan masjid dan naik turun tangga setiap hari.</p>
<p>Tatkala ditanya, apa rahasianya, jawabannya cukup singkat, “Kosongkan perutmu dua kali seminggu dan perbanyaklah minum air disertai doa. Mesin saja kalau tidak diservice bisa rusak,&#8221; begitu jawabnya sederhana. <em>Subhanallah</em>.</p>
<p>Benar, puasa dan doa adalah salah satu cara <em>menservice</em> fisik manusia supaya tetap bugar. Nabi pernah berpesan, dalam amalan puasa, terkandung banyak manfaat kesehatan. <em>”Puasalah kamu niscaya kamu akan sehat selalu</em>.”</p>
<p>Dengan memperhatikan dan berupaya menerapkan cara hidup nabi dalam kesehariannya, Insya Allah bukan saja fisik kita akan sehat, jiwa kita pun akan selalu terawat.</p>
<p>Jadi, mari kita mulai meneladani hidup nabi sekarang juga. <em>Wallahu a’lam</em>.*/<strong>Imam Nawawi/hidayatullah.com</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tamadun.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tamadun.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tamadun.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tamadun.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tamadun.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tamadun.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tamadun.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tamadun.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tamadun.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tamadun.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tamadun.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tamadun.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tamadun.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tamadun.wordpress.com/213/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tamadun.wordpress.com&amp;blog=3428128&amp;post=213&amp;subd=tamadun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tamadun.wordpress.com/2011/08/16/ingin-sehat-tirulah-cara-nabi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/05b6f4a429fc04649e7ac79982a5a793?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Imam Royo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Momentum Ramadhan dan Keindonesiaan Kita</title>
		<link>http://tamadun.wordpress.com/2011/08/13/momentum-ramadhan-dan-keindonesiaan-kita/</link>
		<comments>http://tamadun.wordpress.com/2011/08/13/momentum-ramadhan-dan-keindonesiaan-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Aug 2011 23:26:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Imam Royo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tamadun.wordpress.com/?p=210</guid>
		<description><![CDATA[Pada 22 Juni 1527 (22 Ramadhan 933 H) ditemani Fatahillah, Sunan Gunung Djati membangun Jayakarta. Sebuah nama yang diangkat dari &#8230;<p><a href="http://tamadun.wordpress.com/2011/08/13/momentum-ramadhan-dan-keindonesiaan-kita/">Continue reading &#187;</a></p><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tamadun.wordpress.com&amp;blog=3428128&amp;post=210&amp;subd=tamadun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div align="justify">Pada 22 Juni 1527 (22 Ramadhan 933 H) ditemani Fatahillah, Sunan Gunung Djati membangun Jayakarta. Sebuah nama yang diangkat dari al-Qur’an surah al-Fath (48): 1, Inna Fatahna laka Fathan Mubiina. Arti dari Jayakarta adalah Kemenangan Paripurna. Selanjutnya kota itu kini lebih dikenal dengan sebutan Jakarta.<span id="more-210"></span>Oleh Imam Nawawi</p>
<p>KALTIM TODAY &#8212; SEBENTAR lagi kita akan memperingati Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia. Sehingga dalam kesempatan catatan akhir pekan kita kali ini, saya tertarik untuk sedikit mengulas tentang momen Ramadhan dalam kaitannya dengan Indonesia dan Keindonesiaan kita hari ini. Ada hal menarik di sana yang semoga saja dapat menjadi bahan perenungan kita bersama.</p>
<p>Hal yang istimewa kembali terjadi di tahun ini. Ramadhan dan peringatan hari kemerdekaan Indonesia berlangsung dalam satu kesempatan. Sungguh sangat luar biasa. Ahmad Mansur Suryanegara dalam karyanya “Api Sejarah,” merekam bahwa 17 Agustus 1945 bertepatan dengan hari Jum’at, 9 Ramadhan 1364 Hijriyyah.</p>
<p>Sekiranya bangsa ini mengakui Hijriyyah sebagai kalender resmi, tentu setiap 9 Ramadhan kita akan memperingati hari kemerdekaan negara kita. Adalah sesuatu yang sungguh sangat luar biasa, sekali lagi. Sebab bangsa ini akan selalu termotivasi untuk berbuat dengan landasan nilai-nilai Ilahiyah. Selain itu secara psikologis hal ini tentu akan mendorong para pemangku amanah rakyat yang duduk di atas sana untuk bekerja secara maksimal, berlaku jujur, dan adil.</p>
<p>Momentum ini tentu bukan sebuah kebetulan atau sekedar sesuatu yang berjalan biasa saja. Seperti pemahaman kaum sekularis yang kini banyak mendominasi wajah media tanah air. Jika demikian cara pandang yang didahulukan maka hal ini sama dengan membiarkan beku indera dan akal sehat kita sebagai manusia.</p>
<p>Tentu ada maksud besar mengapa Allah SWT mentakdirkan kemerdekaan Indonesia pada bulan suci Ramadhan dan momen bersejarah itu terulang kembali di tahun ini. Kita merayakan HUT RI ke-66 tersebut bertepatan di bulan Ramadhan ini.</p>
<p>Seperti dalam kasus perang Badar, Ramadhan bagi bangsa Indonesia memberi kenangan indah penuh hikmah, rahasia, spirit, nilai kejuangan dan heroisme yang akan selalu dikenang sepanjang sejarah.</p>
<p>Merupakan satu langkah tepat dan strategis jika kita sebagai generasi muda terkini, kembali membuka lembaran sejarah bangsa ini dengan penuh kecintaan dan kecermatan. Dengan demikian insya Allah analisa kita tentang masa depan bangsa tidak akan salah jalan. Bahkan, insya Allah, kita tidak akan mudah tertarik menjadi burung beo yang selalu suka meniru gaya bangsa asing.</p>
<p>Bagaimana bangsa ini bisa memiliki bahasa persatuan, bahasa Indonesia, sehingga kita menjadi satu-satunya bangsa terjajah di Asia Tenggara yang proklamasinya menggunakan bahasanya sendiri, bukan bahasa penjajah.</p>
<p>Bagaimana bisa, negeri kepulauan yang oleh Geolog dan Fisikawan Nuklir asal Brazil, Prof. Arysio Santos diklaim sebagai pusat peradaban Atlantis yang diimpikan para filosof Yunani itu, kini menjadi satu-satunya negara yang memiliki penduduk Muslim terbesar di dunia. Apa hikmah dibalik ini semua? Mari kita kaji dengan seksama.</p>
<p><strong>Padamnya Api Sejarah</strong><br />
Seluruh bangsa Indonesia pasti mengenal nama Wali Songo. Apalagi mereka yang pernah berziarah ke pulau Jawa dan menyempatkan diri menghirup udara di area pemakaman para wali sembilan itu. Tentu dapat dipastikan bahwa Wali Songo itu nyata dan menyejarah.</p>
<p>Sayangnya sejarah Wali Songo kini tak lagi banyak dikaji pemuda negeri ini. Padahal suka atau tidak suka, fakta sajarah menyatakan bahwa Wali Songo itulah para pionir berdirinya bangsa yang merdeka pada 17 Agustus 1945 ( 9 Ramadhan 1364 H).</p>
<p>Satu dari sembilan wali itu bernama Syarif Hidayatullah, kini namanya menjadi nama universitas Islam terbesar di Indonesia (UIN Jakarta) berhasil membangun tiga kekuasaan politik Islam di Jawa Barat; Banten, Jayakarta, dan Cirebon.</p>
<p>Dalam satu riwayat disebtukan bahwa Sultan Babullah dari Kesultanan Ternate ternyata masih memiliki garis keturunan dengan Syarif Hidayatullah yang juga dikenal dengan julukan Sunan Gunung Djati.</p>
<p>Pada 22 Juni 1527 (22 Ramadhan 933 H) ditemani Fatahillah, Sunan Gunung Djati membangun Jayakarta. Sebuah nama yang diangkat dari al-Qur’an surah al-Fath (48): 1, Inna Fatahna laka Fathan Mubiina. Arti dari Jayakarta adalah Kemenangan Paripurna. Selanjutnya kota itu kini lebih dikenal dengan sebutan Jakarta.</p>
<p>Sejarawan Ahmad Mansur Suryanegara telah merekam jelas bahwa nama Jayakarta melambangkan rasa syukur kepada Allah, atas kemenangannya dalam menggagalkan usaha penjajahan Kerajaan Katolik Portugis di Pelabuhan Kalapa atau Sunda Kalapa.</p>
<p>Tidak sekedar membangun kekuatan politik, jauh sebelum perang memperebutkan Sunda Kelapa terjadi aktivitas dagang telah menjadi tradisi sebagian besar anggota Wali Songo. Bahasa Melayu adalah bahasa bersama, sehingga transaksi jual beli bisa dilangsungkan di seluruh kawasan Nusantara. Jadi wajar jika kemudian kita memiliki bahasa persatuan yaitu Bahasa Indonesia.</p>
<p>Hal ini menunjukkan bahwa Wali Songo adalah pelopor bangsa dalam melawan para penjajah. Sayangnya, Wali Songo kini sering dilupakan. Padahal dari perjuangan merekalah 400 tahun kemudian bangsa ini menjadi negara yang berdaulat dengan Jakarta sebagai ibu kota negara.</p>
<p>Jadi ibu kota negara kita, Jakarta, ternyata didirikan oleh seorang wali bersama sahabat seperjuangannya Fatahillah, yang nama itu sendiri diangkat dari al-Qur’an. Sungguh satu fakta yang sangat mengagumkan. Namun sekali lagi, amat sayang, pemuda hari ini banyak yang rabun jauh terhadap sejarah sendiri.</p>
<p><strong>Islam dan Indonesia: Tak Terpisahkan</strong><br />
Uraian singkat di atas sedikit memberikan satu gambaran yang cukup jelas bahwa sejatinya Indonesia dan Umat Islam yang menjadi penghuni mayoritas negeri ini seperti dua sisi mata uang. Indonesia dan Umat Islam adalah satu kesatuan. Ia sama sekali tidak bisa dipisahkan. Baik secara historis, yuridis maupun kultural.</p>
<p>Namun sayangnya, potensi keragaman umat Islam di tanah air kadang kala masih dilihat sebagai ancaman, khususnya oleh pemerintah. Bukan sebagai potensi yang bisa dikoordinasikan, sehingga mampu melahirkan satu gerakan massif yang berkesinambungan.</p>
<p>Fakta boleh direkayasa, namun sejarah tidak bisa kita pungkiri bahwa peranan umat Islam terhadap negeri khatulistiwa ini sungguh tidak bisa diabaikan atau dihilangkan begitu saja. Lihat saja peranan alumni pondok pesantren beberapa saat setelah kemerdekaan.</p>
<p>Moh. Rasydi, alumni Pondok Pesantren Jamsaren, misalnya, dia adalah Menteri Agama RI pertama. Ada pula Muhammad Natsir yang alumni Pondok Pesantren Persis yang menjadi Perdana Menteri Indonesia. Selain itu, ada sosok KH. A. Wahid Hasym alumnus Pondok Pesantren Tebuireng, KH Kahar Muzakkir dan tokoh lain, yang masuk sebagai anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan.</p>
<p>Tersebut juga KH Muslih Purwokerto dan KH Imam Zarkasy yang alumni Jamsaren dan pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor. Keduanya adalah tokoh yang menjadi anggota Dewan Perancang Nasional. Serta jangan lupakan bakti seorang KH Idham Chalid yang menjadi wakil Perdana Menteri dan Ketua MPRS.</p>
<p>Singkatnya, komponen utama dari umat Islam telah berpartisipasi dan berintegrasi dengan bangsa ini hampir di setiap lini perjuangan. Menariknya mereka menduduki jabatan-jabatan itu tidak untuk kepentingan sesaat, tapi lebih untuk membela dan memperjuangkan agama, negara dan bangsa kita ini.</p>
<p><strong>Keberanian yang Tak Padam</strong><br />
Hampir seluruh penjajah, mulai dari Portugis, Inggris, Belanda dan terakhir Jepang sangat mewaspadai kekuatan umat Islam. Mereka sangat berhati-hati dalam menghadapi kekuatan umat Islam. Penjajah selalu khawatir sebab umat Islam memiliki mental juang yang tak mudah dipadamkan. Apalagi kalau sekedar mengandalkan senjata, pasti umat Islam bangkit dan balik menyerang.</p>
<p>Sejarah kemenangan Fatahillah atas tentara penjajah Portugis di Sunda Kelapa (kini Jakarta) benar-benar membuat Barat sangat trauma. Atas pengalaman historis tersebut dan kuatnya perlawanan Muslim di Aceh, penjajah Belanda pun memanggil Snouck Hurgronje, seorang warga Belanda berdarah Yahudi yang pernah lama hidup di Makkah. Snouck didatangkan ke Indonesia untuk mengatasi perlawanan umat Islam secara halus dan terselubung.</p>
<p>Secara terbuka, jika negara ini diinjak-injak, atau diganggu kedaulatannya, maka para ulama yang menjadi pemimpin umat akan tampil di garda terdepan perjuangan merebut kedaulatan. Satu kisah menarik layak kita renungkan.</p>
<p>Kekejaman, keberingasan dan kebrutalan tentara Jepang ternyata tak mampu berlanjut di hadapan ayahanda Buya Hamka yang berdampak pada perubahan kebijakan penjajah Jepang.</p>
<p>Pada pertengahan 1943, Shumubu (instansi urusan agama Islam) yang dibentuk diujung tahun 1942 mengundang beberapa ulama. Pertemuan dipimpin oleh kolonel Horie yang didampingi oleh KH. Abdul Karim Amrullah (ayah Buya Hamka), dan dihadiri oleh 59 ulama yang diundang dari seluruh Jawa.</p>
<p>Seperti biasa Jepang selalu memulai pertemuan dan memaksa yang lain untuk melakukan Seikeirei, tradisi membungkuk hingga sembilan puluh derajat (sama seperti rukuk) menghadap arah Tokyo sebagai bentuk penghormatan kepada raja Jepang.</p>
<p>Semua hadirin berdiri sebagai tanda kepatuhan, kecuali KH Abdul Karim Amrullah; beliau tetap duduk dan tidak melaukan Seikeirei itu. Semua orang istimewa dan para perwira Jepang yang menyaksikan hal itu tercengang dan terkejut dengan sikap KH Abdul Karim Amrullah itu. Melihat kejadian tersebut ternyata Jepang tidak berani bertindak apa-apa terhadap beliau.</p>
<p>Atas keberanian KH Abdul Karim Amrullah itu, Jepang langsung mencabut kewajiban Seikeirei atas seluruh rakyat Indonesia. Selanjutnya 3 Oktober 1943 KH. Abdul Karim Amrullah dan beberapa temannya menjadi pelopor terbentuknya Pembela Tanah Air (Peta) yang ternyata menjadi embrio terbentuknya Tentara Nasional Indonesia (TNI).</p>
<p><strong>Ingin Berjaya, Berdayakan!</strong><br />
Akan tetapi fakta ironis terjadi, pemerintah seolah tidak lagi mempedulikan sejarah. Belakangan umat Islam digempur dengan berbagai isu yang irasional. Mungkin benar saja ada oknum orang Islam yang berbuat teror. Tetapi hakikat ajaran Islam sama sekali tidak berbau terorisme.</p>
<p>Atas dasar fakta yang telah diuraikan di atas, sudah seharusnya pemerintah memandang positif dan mengutamakan sikap kooperatif terhadap umat Islam. Berikanlah hak-hak umat Islam untuk beribadah dengan baik. Sungguh telah banyak yang diberikan umat ini terhadap negara.</p>
<p>Bayangkan saja, dari sisi zakat misalnya, jika dibandingkan dengan potensi pajak, zakat jauh lebih menjanjikan dari pada pajak. Orang membayar zakat jauh lebih mudah dari pada membayar pajak. Bayangkan jika semua umat Islam menyadari perlunya menjalankan ibadah secara sempurna, terkhusus kewajiban membayar zakat, tentu rakyat kita akan sejahtera.</p>
<p>Sadarilah wahai pemegang kebijakan bahwa Indonesia tidak bisa dipisahkan dari umat Islam dan umat Islam adalah bagian tak terpisahkan dari Indonesia.</p>
<p>Oleh karena itu, di bulan suci ini yang 66 tahun lalu kita memproklamasikan kemerdekaan RI bersama, harus dijadikan momentum untuk membangun integrasi bangsa dengan kembali memberdayakan potensi umat Islam secara utuh demi terwujudnya Indonesia yang adil dan makmur. Semoga.</p>
<p>*Penulis adalah kolomnis tetap <a href="http://www.kaltimtoday.com/">www.kaltimtoday.com</a> dan mantan Pengurus Daerah Persatuan Pelajar Islam Indonesia (PD PII) Kutai Kartanegara, Kaltim</p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tamadun.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tamadun.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tamadun.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tamadun.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tamadun.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tamadun.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tamadun.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tamadun.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tamadun.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tamadun.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tamadun.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tamadun.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tamadun.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tamadun.wordpress.com/210/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tamadun.wordpress.com&amp;blog=3428128&amp;post=210&amp;subd=tamadun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tamadun.wordpress.com/2011/08/13/momentum-ramadhan-dan-keindonesiaan-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/05b6f4a429fc04649e7ac79982a5a793?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Imam Royo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Biasakan Berbaik Sangka Kepada Alloh, Pasti Bahagia!</title>
		<link>http://tamadun.wordpress.com/2011/08/12/biasakan-berbaik-sangka-kepada-alloh-pasti-bahagia/</link>
		<comments>http://tamadun.wordpress.com/2011/08/12/biasakan-berbaik-sangka-kepada-alloh-pasti-bahagia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Aug 2011 00:03:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Imam Royo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tamadun.wordpress.com/?p=207</guid>
		<description><![CDATA[Seri Gaya Hidup Muslim &#8220;Jika ia mendekat kepada-ku setapak, maka aku akan mendekatkannya kepada-Ku sehasta; jika ia mendekat kepada-ku sehasta, &#8230;<p><a href="http://tamadun.wordpress.com/2011/08/12/biasakan-berbaik-sangka-kepada-alloh-pasti-bahagia/">Continue reading &#187;</a></p><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tamadun.wordpress.com&amp;blog=3428128&amp;post=207&amp;subd=tamadun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seri Gaya Hidup Muslim</p>
<p><em><strong>&#8220;Jika ia mendekat kepada-ku setapak, maka aku akan mendekatkannya kepada-Ku sehasta; jika ia mendekat kepada-ku sehasta, maka aku akan mendekatkannya kepada-Ku sedepak dan jika ia mendatangi-Ku dengan berjalan, maka Aku akan menghampirinya dengan berlari</strong></em>.”<span id="more-207"></span></p>
<p>DALAM kehidupan ini kadang kala ada saja suatu masalah yang tak kunjung usai. Masalah seringkali terus-menerus membelit kehidupan kita. Bentuknya pun beragam, mulai dari belum terbayarnya hutang, belum tuntasnya perkuliahan, belum dapat pekerjaan atau mungkin tak kunjung mendapatkan jodoh. Padahal rasanya usaha telah dilakukan sebaik mungkin dan doa pun telah dipanjatkan siang dan malam.</p>
<p>Menghadapi situasi demikian, umumnya orang mengambil sikap kurang produktif, sehingga menimbulkan sikap kurang kooperatif. Misalmnya lebih suka pasif bahkan apatis. Akibatnya bukan saja usaha yang mulai dia tinggalkan, perlahan keyakinannya kepada janji Allah pun kian menipis.</p>
<p>Bahkan tidak sedikit yang stress atau depresi. Alih-alih memperkuat usaha dan doa, sebagian terjebak dalam bisikan syetan. Ada yang ke dukun, tukang ramal, memelihara jmat, bahkan ada yang mencoba untuk melakukan praktik suap. Langkah demikian muncul karena tanpa sadar seseorang telah meredupkan api imannya dan menggadaikan diri kepada selain Allah.</p>
<p>Logika syetan pun muncul dan diyakini sepenuh hati, “Apa saja deh yang penting ini urusan cepat tuntasnya.”</p>
<p><strong>Introspeksi Diri</strong></p>
<p>Sebagian di antara kita kadang kurang mampu mengendalikan kehendak untuk selalu ingin cepat selesai, tergesa-gesa atau terburu-buru. Situasi tersebut sepintas menguntungkan karena mendorong untuk banyak berdoa dan giat berusaha. Tetapi hakikatnya tidak mendidik karena fungsi hati nyaris tak berdaya karena nafsu yang dominan.</p>
<p>Buktinya sederhana, tatkala rasa jemu mulai menyelubungi jiwa dan raga, sementara target yang diharapkan tak kunjung tiba, hati mulai kesal, perlahan kecewa, dan akhirnya berburuk sangka kepada Allah SWT. Hati mulai lupa bahwa Allah semata yang menetapkan segala sesuatu sekehendak-Nya.</p>
<p>Tengoklah sejarah perang Badar dan perang Uhud. Ketika umat Islam sedikit dalam perang Badar Allah berikan kemenangan. Tatkala jumlah Umat Islam banyak dalam perang Uhud, Allah timpakan kekalahan kepada umat Islam. Apa sebab? Allah selalu punya rahasia, dan rahasia Allah selalu baik bagi seluruh hamba-Nya yang beriman.</p>
<p>Adalah Syeik Ibn Atha’illah dalam kitabnya “al-Hikam” menuliskan bahwa, “Tidak sepatutnya seorang hamba berburuk sangka kepada Allah akibat doa-doanya belum dikabulkan oleh-Nya. Dan sebaiknya bagi hamba, yang tidak tahu apa yang akan terjadi atas dirinya esok hari, segera melakukan introspeksi diri.”<br />
Karena Allah sendiri sudah mengatakan dalam sebuah firman-Nya, <em>“Dan Rabbmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya. Sekali-kali tidak ada hak bagi mereka untuk memilih</em>.” (QS. Al Qashash: 68).</p>
<p>Dalam ayat yang lain Allah SWT juga berfirman;</p>
<p>وَعَسَى أَن تَكْرَهُواْ شَيْئاً وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ وَعَسَى أَن تُحِبُّواْ شَيْئاً وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ وَاللّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ</p>
<p><em>“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak Mengetahui</em>.” (QS. 2: 216).</p>
<p><strong>Yakinkan Hati</strong></p>
<p>Setelah kita melakukan introspeksi diri langkah selanjutnya ialah menetapkan hati mencapai harapan dan mengoptimalkan daya dalam usaha. Sungguh tidak ada yang melakukan langkah-langkah tersebut kecuali orang yang telah meyakini Allah SWT sepenuh hati dan karenanya ia selalu berbaik sangka kepada-Nya.</p>
<p>Dari Abu Hurairah ra. Berkata, bersabda Rasulullah saw. : Allah berfirman: <em>“Aku tergantung pada prasangka hamba-Ku, dan Aku bersamanya jika ia mengingat-Ku; <strong>jika ia mengingat-Ku dalam jiwanya, maka Aku mengingatnya dalam diri-Ku; dan jika ia mengingat-Ku dalam lintasan pikirannya, niscaya Aku akan mengingat-Nya dalam pikirannya kebaikan darinya (amal-amalnya); dan jika ia mendekat kepada-ku setapak, maka aku akan mendekatkannya kepada-Ku sehasta; jika ia mendekat kepada-ku sehasta, maka aku akan mendekatkannya kepada-Ku sedepak dan jika ia mendatangi-Ku dengan berjalan, maka Aku akan menghampirinya dengan berlari</strong></em>.” (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim).</p>
<p>Jadi, Allah sangat bergantung kepada sikap dan perilaku hamba-Nya. Allah pasti akan memberikan keputusan yang terbaik bagi sang hamba. Sebaliknya jika berprasangka buruk, lalu mulai lesu dalam usaha dan jemu dalam berdoa, maka Allah pasti akan memberikan keputusan yang buruk pula.</p>
<p>Nabi Zakaria telah puluhan tahun menikah dan menjalani amanah dakwah namun tak kunjung dikaruniai anak. Siang dan malam Nabi Zakaria berdoa. Lalu datanglah malaikat menemuinya mengatakan bahwa Allah akan menganugerahinya putra bernama Yahya.</p>
<p>Nabi Zakaria berkata, bagaimana mungkin dirinya bisa punya anak, dirinya sudah sangat tua sementara istrinya mandul.</p>
<p>Allah menjawab, &#8220;<em>Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan sesunguhnya telah Aku ciptakan kamu sebelum itu, padahal kamu (di waktu itu) belum ada sama sekali</em>.&#8221; (QS. 19: 9).</p>
<p>Sebagai seorang mukmin tidak ada jalan terbaik bagi kita untuk mengatasi setiap masalah yang kita hadapi selain kembali kepada Allah. Mari kita akrabkan diri kita dengan al-Qur’an, niscaya kita tidak akan terjebak oleh bisikan-bisikan Syetan.</p>
<p>Sebaliknya, ilmu kita akan terus bertambah dan iman kita pun akan kian menguat.<br />
Jadi apalagi yang harus diragukan dari kekuasaan Allah. Jangankan sekedar memberi pekerjaan, memberi rizki seluruh makhluk hidup Allah tidak kesulitan, demikian juga untuk memberi jodoh. Tinggal seberapa jauh hati kita mantap dan yakin bahwa Allah benar-benar pasti menolong kita. “Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat” (QS. 2: 214).</p>
<p>Mari kita tekunlah berusaha dan rajinlah berdoa dengan penuh harap. Dua hal itulah tanda seorang mukmin telah berbaik sangka kepada-Nya. Wallahu a’lam.*/<strong>Imam Nawawi/www.hidayatullah.com</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tamadun.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tamadun.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tamadun.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tamadun.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tamadun.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tamadun.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tamadun.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tamadun.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tamadun.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tamadun.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tamadun.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tamadun.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tamadun.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tamadun.wordpress.com/207/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tamadun.wordpress.com&amp;blog=3428128&amp;post=207&amp;subd=tamadun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tamadun.wordpress.com/2011/08/12/biasakan-berbaik-sangka-kepada-alloh-pasti-bahagia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/05b6f4a429fc04649e7ac79982a5a793?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Imam Royo</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
